alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Bupati KSB Sosialisasikan Rencana Pembangunan Bandara Kiantar

TALIWANG-Rencana pembangunan bandara di atas lahan seluas 100 haktare disambut baik warga Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat (KSB). Warga berharap pembangunan bandara ini bisa segera direalisasikan. “Kami mendukung penuh rencana pembangun bandara di Desa Kiantar,” tegas Kades Kiantar Hasbullah saat sosialisasi rencana pembangunan bandar udara yang berlangsung di desa setempat, Selasa (6/4/2021).

Sosialisasi rencana pembangunan bandara ini dihadiri Bupati KSB HW. Musyafirin. “Dari tiga lokasi yang kita survei, hanya Kiantar yang pa­ling memungkinkan. Ada di Sekongkang tapi hanya cukup untuk pesawat berbadan kecil. Di Taliwang, kondisinya tidak memungkinkan, hanya Kiantar yang paling memenuhi syarat,” katanya.

Rencananya, bandara Kiantar akan dibangunan di atas lahan seluas 100 haktare dengan panjang landasan (runway) sekitar 2.100 meter. Landasan panjang itu akan memudahkan pesawat berukuran besar mendarat. “Dengan panjang landasan itu, Kiantar akan didarati pesawat berkapasitas besar jenis Boeing dan Airbus,” jelasnya.

Tahap awal dari pemba­ngunan bandara ini, dalam waktu dekat pemda akan melakukan pembebasan lahan. Untuk harga, nantinya akan dihitung tim penilai independen (appraisal). Tim ini yang akan menghitung nilai ganti rugi lahan warga. “Proses pembayarannya nanti dikirim langsung ke rekening pemilik lahan,” terangnya.

Bupati menegaskan pembangunan bandara Kiantar akan melibatkan investor di bidang penerbangan. Pemerintah berharap masyarakat Kiantar memberikan dukungan penuh dan siap melepaskan lahan sesuai yang dibutuhkan. “Kehadiran bandara di Kiantar akan memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat sekitar. Jika sebelumnya Kiantar masuk sebagai desa tertinggal, kehadiran bandara ini akan menjadikan Kiantar desa yang maju,” ujar bupati.

Tak hanya itu, Kiantar akan menjadi pintu gerbang masuk KSB. Setiap orang yang menggunakan jasa penerbangan akan naik dan turun melalui Kiantar. “Ini akan menjadikan konektivitas di KSB semakin baik. Para turis atau wisatawan yang selama ini mengeluh karena tidak adanya akses transportasi udara yang memadai di Sumbawa Barat akan dijawab dengan hadirnya bandara Kiantar,” katanya.

Bupati menjamin pembangunan bandara Kiantar tidak sampai menganggu pemukiman warga. Namun dampak dari pembangunan bandara itu memaksa pemerintah harus merelokasi pemakaman warga setempat. “Hanya pemakaman umum yang direlokasi. Ini saya minta masyarakat dan tokoh masyarakat berembuk untuk memutuskan. Kalau bersedia direlokasi, pemerintah menjamin akan mencarikan tempat baru dan tentunya lahannya lebih luas,” janjinya.

Dari studi kelayakan, tanah makam (pemakaman) warga sekitar bisa saja tidak direlokasi. Tetapi makam itu akan berada dalam kawasan bandara. Sehingga membuat akses ke pemakaman menjadi terbatas.

“Boleh tidak direlokasi, tapi akan aneh kalau ada pemakaman apalagi dalam kawasan bandara. Yang jelas kita akan siapkan tempat baru, saya harap ini dirembukkan bersama tokoh agama dan masyarakat,” pintanya.

Firin berharap masyarakat Kiantar untuk sementara menahan diri. Terutama dari praktik calo yang membeli tanah. Apalagi tanah-tanah tersebut dibeli dengan harga rendah. “Jangan dulu dijual, apalagi dengan harga murah. Waspadai calo,” imbaunya. (far/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks