alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Gigitan HPR Mencapai 64 Kasus di Sumbawa

SUMBAWA-Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa Terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesahatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, hingga 6 Maret 2019, tercatat sebanyak 64 kasus gigitan HPR. Sebarannya pun semakin meluas. Terjadi di 18 kecamatan.

Sekretaris Dikes Kabupaten Sumbawa Surya Darmasyah mengatakan, korban gigitan HPR didominisasi perempuan dan anak-anak. Sampai saat ini, kasus terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Tarano.

“Kami fokus menangani kasus di Kecamatan Tarano, namun di kecamatan lain juga tetap menjadi perhatian,” tegasnya.

Untuk menangani meluasnya kasus gigitan HPR ini tim bergerak cepat. Tidak hanya melakukan vaksinasi terhadap HPR, tapi juga melakukan eliminasi, khususnya terhadap anjing liar.

“Kami berupaya melakukan eliminasi sebanyak mungkin terhadap HPR tidak bertuan,” tegasnya.

Untuk hewan peliharaan yang telah diberi vaksin, ia berharap dijaga oleh pemiliknya. Bila perlu hewan peliharaan tersebut dikandangkan, tidak dilepas sembarangan. Hal ini untuk mencegah agar hewan peliharaan tersebut tidak tertular oleh hewan lain yang membawa virus rabies.

“Harapan kita, setelah divaksin, agar HPR jangan sampai dilepas lagi,” harapnya.

Terkait ketersedian vaksin sejauh ini masih cukup. Stock vaksin di kecamatan cukup banyak, bahkan sampai 8 vial, khususnya di kecamatan yang dianggap memiliki kasus gigitan HPR paling banyak.

Untuk stok vaksin di kabupaten, diakuinya sudah banyak berkurang. Karena itu pihak Dikes sudah mengajukan permohonan penambahan vaksin sebanyak  150 vial.

“Tetapi kita tidak terlalu khawatir, karena stok yang ada di kecamatan masih cukup,” ungkapnya. (en/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks