alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Infrastruktur Lombok-Sumbawa Jomplang

MATARAM-Pembangunan infrastruktur di NTB belum merata. Infrastruktur di desa-desa di Pulau Sumbawa memprihatinkan. ”Setiap reses, saya selalu menemukan persoalan infrastruktur dasar di Pulau Sumbawa yang masih jomplang dengan daerah lainnya,” kata Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, pada Lombok Post, kemarin (6/3).

Contohnya beberapa dusun di Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa. Akses jalan menuju desa itu sangat sulit dilalui. Selain terjal, saat hujan jalan menjadi licin. Akses layanan pendidikan dan kesehatan juga menjadi sulit.

Dengan kondisi itu, dia meminta pemprov dan pemda kabupaten setempat memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar,. Seperti akses jalan, pendidikan dan kesehatan di derah-daerah terpencil. ”Ini soal hak kewarganegaraan yang tidak terpenuhi oleh negara,” katanya.

Dalam kasus tersebut, kata Akhdiansyah, bukan persoalan banyak atau tidaknya desa yang mengalami kondisi seperti itu. Tapi setiap warga negara harus mendapatkan haknya. ”Masa masyarakat dibiarkan tidak mendapatkan layanan maksimal,” katanya.

Apalagi mereka hidup di Pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari NTB. Pemprov dan pemkab harus bahu membahu membantu warga di sana. ”Pak gubernur saya harap mendorong programnya tepat sasaran untuk membantu infrastruktu dasar,” sarannya.

Tidak hanya itu, pemprov juga harus melakukan sinergi dengan daerah-daerah di Pulau Sumbawa agar ada percepatan pembangunan infrastruktur. ”Sinergi masif agar tidak jomplang,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Sahdan menjelaskan, jalan di Desa Batu Rotok akan diperbaiki tahun ini. Pemprov bersama kabupaten akan mengerjakan bersama-sama. ”Ada rencana kita ikut sedikit membantu untuk pengaspalan,” katanya.

Rencananya, pemprov menyediakan Rp 5 miliar dan Pemkab Sumbawa Rp 7 miliar. ”Jadi total kita siapkan Rp 12 miliar untuk pembangunan jalan,” katanya.

Sahdan mengakui, ketimpangan infrastruktur jalan di Sumbawa dan Lombok masih terjadi. Dari 1.480-an km jalan, hampir 1.000 km ada di Pulau Sumbawa. Tetapi penduduk di Pulau Lombok sangat padat, sehingga selama ini pembangunan banyak dilakukan di Lombok. ”Makanya kita perbesar dana perbaikan jalan di Sumbawa kali ini,” katanya.

Dari Rp 750 miliar dana perbaikan jalan selama tiga tahun, 70 persen dialokasikan untuk perbaikan jalan di Pulau Sumbawa dan 30 persen lainnya di Lombok. ”Itu pun masih banyak di Sumbawa yang belum bisa dijangkau,” katanya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks