alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Tahun 2021 Rumah Sakit Umum Sondosia Akan Menjadi Rumah Sakit Rujukan di Bima

BIMA-Tahun 2021 mendatang, Rumah Sakit Umum (RSU) Sondosia akan naik status menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Kabupaten Bima bagian barat dan selatan. Target tersebut akan diperjuangkan 11 anggota DPRD NTB Dapil VI, bahkan telah direspons Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

“Gubernur akan membantu meningkatan status RS Sondosia,” kata Wakil Ketua DPRD NTB H Mori Hanafi saat turun melihat langsung kondisi RSU Sondosia bersama 10 anggota DPRD lainnya belum lama ini.

RSU Sondosia menjadi RS rujukan dengan pertimbangan kapasitas dan daya tampung RSUD Bima di Kota Bima saat ini sudah tidak memadai. Dengan dibangun RSU Sondosia, pelayanan kepada warga Kabupaten Bima dapat lebih maksimal.

“Kita harap, masyarakat Bima bagian Barat dan Selatan, dilayani di RSU Sondosia. Sedangkan RSUD Bima untuk rujukan masyarakat Kota Bima dan Bima bagian Timur,” tuturnya.

Ditargetkan, masyarakat Bima tidak lagi harus rujuk ke Kota Mataram. Karena bakal menghabiskan banyak biaya dan waktu, karena jarak tempuh yang jauh. “Kita akan upayakan RSU Sondosia menjadi RS rujukan, khususnya untuk masyakarat Kabupaten Bima,” terangnya.

Untuk mendukung upaya tersebut,  pihaknya sudah komunikasi dengan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri.  Pihaknya meminta komitmen bupati untuk menyiapkan rencana tersebut. Mulai dari studi kelayakan, amdal dan lainnya.

“Rencana itu harus mulai dipersiapkan. Apalagi anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Dari pantauan di RSU Sondosia, diakui kondisi RS tersebut masih banyak yang harus dibenahi. Seperti, ruang operasi, ruang UGD, saluran pembuangan dan lain-lain.

“Pokoknya kondisi masih banyak yang harus dibenahi,” katanya.

Dia berharap komitmen yang besar ini dapat segera terwujud. Karena akan sangat membantu masyarakat Kabupaten Bima. “Semoga komitmen besar itu terwujud. RSU Sondosia ini statusnya ditingkatkan menjadi rumah sakit rujukan,” pungkasnya.

Usai mengunjungi RSU Sondosia, para wakil rakyat ini bertemu Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri. Kabag Humas Setda Bima M Chandra Kusuma AP menyatakan, dalam kunjungan tersebut bupati langsung melakukan rapat koordinasi dan silaturahmi dengan para wakil rakyat Dapil VI tersebut.

Dalam pertemuan tersebut secara khusus para anggota dewan meminta agar status RSUD Sondosia bisa ditingkatkan statusnya. ”Diharapkan RSUD Sondosia menjadi rumah sakit rujukan yang memiliki dokter-dokter spesialis. Hal itu dibutuhkan kerja sama yang baik dalam proses perencanaan dan pembangunan di tahun 2020 dan 2021 mendatang,” pungkasnya. (sya/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks