alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Sebagian Pedagang Kembali ke Seketeng

SUMBAWA-Untuk kesekian kalinya, sejumlah pedagang di Taman Kerato kembali berjualan di sekitar Pasar Seketeng. Hal ini mengakibatkan para pedagang lain yang masih bertahan di Taman Kerato meradang.

Salah seorang pedagang Ruslan Abdullah mengatakan, banyak pedagang yang kembali ke Seketeng sejak dua minggu lalu. Padahal sebelumnya para pedagang itu sudah berjanji akan berjualan di Taman Kerato.

“Sesuai kesepakatan, semua pedagang di relokasi ke Taman Kerato. Tapi realita, banyak yang berjualan ke Seketeng. Setiap hari ada sekitar 20 orang pedagang yang kembali berdagang di sana,” ujarnya kemarin (8/3).

Pedagang lainnya Syarifuddin Zohri mengaku, para pedagang konveksi dan emas masih bertahan di lokasi Taman Kerato. Di lokasi itu, pihaknya sudah membangun lapak sendiri. Bisa saja mereka kembali ke Seketeng. Namun, pihaknya sudah mengeluarkan banyak biaya untuk pindah dan membuat lapak di Kerato.

Dia berharap pemerintah tidak membiarkan pedagang kembali ke eks Pasar Seketeng. Sebab itu di luar kesepatan. Komitmen awalnya, semua pedagang berjualan di Taman Kerato.

“Suasana pedagang di Taman Kerato tidak kondusif. Hal ini bisa saja mengadu domba para pedagang yang ada,” ungkapnya.

Pedagang lainnya Syukri Rhamdani menambahkan, apabila itu terus berlanjut, pemerintah terkesan melakukan pembiaran. Sehingga bisa saja sisa pedagang yang lain juga kembali ke Seketeng.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, kami akan kembali dan bertahan di Pasar Seketeng. Lebih baik pemerintah tidak usah membangun Pasar Seketeng. Kami sendiri yang akan membangun,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Bapenda Sumbawa H. Hasan Basri mengatakan, pihaknya telah mengetahui ada pedagang yang kembali ke Pasar Seketeng. Dikatakan, pihaknya tidak pernah mengizinkan pedagang untuk kembali berjualan di Pasar Seketeng.

“Kami sudah minta satpol PP untuk melakukan penertiban. Bupati dan wabup juga sudah memerintahkan agar satpol PP standby setiap hari di sana,” katanya.

Kepada para pedagang juga diharapkan bersabar.  Memang ada kekurangan terkait sarana dan prasarana di Taman Kerato. Namun, ini hanya sementara, hingga Pasar Seketeng selesai direvitalisasi. (run/r3) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks