alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pedagang Pakaian “Rombengan” Geruduk Kejari Sumbawa

SUMBAWA-Puluhan pedagang rombengan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha dan Pedagang Pakaian Ketinggalan Model (AP3KM) mendatangi Kantor Kejari Sumbawa, kemarin. Mereka meminta, agar pakaian rombengan dagangan mereka yang diamankan oleh Beacukai beberapa waktu lalu dikembalikan.

Para pedagang pakaian rombeng itu datang ke Kantor Kejari Sumbawa, Senin (9/03/2020) sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka akhirnya ditemui dengan Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Reza Safetsila Yusa.

Salah seorang pedagang Zubaedah mengharapkan, agar barang bukti berupa pakaian rombeng yang diamankan oleh Beacukai dikembalikan ke para pedagang. Sebab, mereka tidak memiliki kaitan dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami hanya berharap agar bisa berjualan lagi,” ujar wanita berkulit putih itu.

Pedagang rombengan lainnya Hj Timah juga mengharapkan agar barangnya dikembalikan. Karena sebagian dari pakaian rombeng yang diamankan itu merupakan miliknya. Ia mengaku membeli barang itu dengan cara berhutang di bank.

“Kami tidak memiliki pekerjaan lain. Bagaimana kami makan. Rumah kami jaminan di bank,” imbuhnya.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Reza Safetsila Yusa mengatakan, yang menjadi persoalan bukan terkait usaha para pedagang rombengan tersebut. Namun, prosedur bagaimana barang rombengan tersebut didapatkan. Jika prosesnya tidak benar, maka dianggap sebagai pelanggaran.

“Ini kan ada asosiasinya, apakah sudah benar caranya mendatangnya barang ini,” tegas Reza.

Karena kasus ini sudah sampai ke pengadilan, pihaknya tidak memiliki kewenangan lagi terkait dengan barang bukti tersebut. Pihaknya tidak mengetahui keberadaan secara keseluruhan barang itu. Sebab, yang dijadikan sampel barang bukti hanya sekitar 10 karung.

Ditambahkan, pihaknya belum tahu apa tindakan dari pengadilan terkait barang bukti tersebut. Keputusan akhirnya nanti berada di tangan pengadilan.

“Tentunya tindakan yang akan dilakukan pada barang bukti itu, harus berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Reza juga menegaskan, pihaknya juga masih menunggu pengembangan kasus ini dari Beacukai. Apakah tersangkanya hanya sampai nakhoda kapal. Ataukah akan merembet kepada pihak lainnya. “Fakta yang terungkap di lapangan, kami laporkan kepada pimpinan secara berjenjang sampai Kejati NTB. Sebab ini merupakan perkara langka,” tambahnya. (run/r4)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks