alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Membebani Warga, Bupati Sumbawa Barat Minta Rapid Test Dihapus

TALIWANG-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berharap Pemprov NTB menghapus kebijakan rapid test. Khusus untuk masyarakat maupun pelajar dan mahasiswa yang bepergian ke beberapa daerah di NTB.

‘’Dasar kita meminta itu karena rapid tes bukan dasar untuk menentukan apakah orang itu terpapar korona. Kalau tujuannya hanya untuk mengurangi pergerakan manusia, saya pikir perlu dicarikan cara lain,’’ pinta Bupati KSB HW. Musyafirin, Senin (8/6).

Diketahui, Pemrov NTB saat ini tetap mewajibkan rapid test bagi warga yang melakukan perjalanan keluar daerah. Bupati menilai kebijakan rapid test ini sama sekali tidak memiliki relevansi dalam pencegahan virus korona.

Sebaliknya, kebijakan ini hanya akan menambah beban biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. ‘’Misalnya begini, ketika ada warga yang akan berobat lanjut (operasi) Sumbawa. Pasien dan keluarga yang mengantar sama-sama di rapid test, ya jelas orang sakit pasti reaktif, kembali lagi,’’ sesalnya.

Pemda KSB tetap mendesak kebijakan rapid tersebut dihapus dan ditiadakan. Jika tidak bisa antar provinsi, paling tidak kebijakan itu untuk daerah dalam wilayah NTB. ‘’Yang bepergian ini semata-mata karena tujuan penting, Misalnya anak sekolah, orang sakit yang butuh rujukan. Salam kamilah untuk gubernur,’’ pintanya lagi.

Saat inipun, proses rapid tes sangat terbatas. Jangan sampai keterbatasan ini mengakibatkan tidak terlayaninya masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ‘’Karena terbatas, yang benar-benar butuh rapid malah tidak ada. Karena alatnya terbatas,’’ sindirnya.

Untuk itu, bupati meminta agar gubernur dapat meniadakan kebijakan rapid tersebut, minimal dalam wilayah NTB. ‘’Kecuali untuk daerah yang membutuhkan surat izin keluar masuk daerah tersebut. Contohnya Jakarta. Ya tentu kita sesuaikan dengan protokol yang berlaku, mereka meminta harus ada swab, ya kita swab,’’ terangnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menggartiskan rapid tes bagi pelajar dan mahasiswa. Hanya saja, Pemda KSB membutuhkan jawaban secara tertulis atas hal tersebut. ‘’Kita tidak mau dalam jawaban lisan, tapi harus tertulis,’’ tambahnya. (far/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks