alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Terdampak Korona, Warga Sumbawa Barat Mulai Terima Bantuan Tunai

TALIWANG-Warga Kabupaten Sumbawa Barat terdampak covid-19 mulai menerima bantuan sosial tunai (BST). Bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial RI itu diserahkan Wabup Fud Syaifuddin secara simbolis kepada warga di kantor Pos Taliwang, kemarin.

Salah satu program BST yang diserahkan wabup itu salah satunya program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk mengurangi beban warga kurang mampu akibat dampak covid-19. “BST yang diterima per kepala keluarga (KK) Rp 600 ribu tanpa potongan. Selain program BST, ada juga program JPS untuk warga sebagai upaya pemerintah meringankan beban masyarakat akibat covid-19,’’ katanya.

Namun wabup mengingatkan, satu KK hanya mendapatkan satu program saja. Selain BST, Pemerintah Provinsi NTB dan kementerian lainnya termasuk pemkab juga akan mengupayakan pemberian bantuan, seperti untuk tukang ojek, warga yang usahanya terdampak dan lainnya.

Khusus JPS hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu atau warga yang tidak mendapat upah atau imbalan dari negara. “Sementara pegawai negeri sipil, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, termasuk pegawai tidak tetap, tidak boleh menerima menerima bantuan ini,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumbawa Barat dr H Syaifuddin mengatakan, BST merupakan salah satu program JPS yang diberikan selama tiga bulan. Terhitung sejak April, Mei dan Juni 2020.  Pemkab sendiri mengusulkan sekitar 8.600 KK sebagai penerima BST ke kemensos. Hingga hari ini sudah 8.468 KK yang sudah disahkan oleh Kemensos RI sebagai penerima BST.

“Penyaluran saat ini untuk periode April. Program lain dari JPS adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Item PKH dinaikkan pembayarannya sebanyak 25 persen. Jumlah penerima PKH di Sumbawa Barat juga ditambah sebanyak 884 KK sehingga total penerima manfaat PKH di Sumbawa Barat sebanyak 6.684 KK,’’ bebernya.

Selanjutnya bantuan pangan non tunai/program sembako, tambahan KK penerima di Sumbawa Barat sebanyak 1.512 KK sehingga totalnya sebanyak 11.323 KK. JPS Gemilang dari Provinsi NTB dengan jumlah penerima sebanyak 1.535 KK. ‘’Total penerima program JPS di Sumbawa Barat sebanyak 23.805 KK. Tetapi angka itu masih sementara,’’ akunya.

Sampai saat ini pihaknya masih mendata penerima program lainnya, seperti program BLT dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang diusulkan sebanyak 10.000 KK. Serta JPS Pariri ditargetkan 3.000 KK penerima manfaat dan pariri lansia dan disabilitas reguler sebanyak 6.399 orang.

Selanjutnya bantuan bagi warga fakir miskin sebanyak 1.586 KK. Sehingga diperkirakan penerima JPS di Sumbawa Barat mendekati angka 30 ribuan KK. ‘’Untuk pendistribusian, selain melalui PT Pos, juga melalui BNI dan BRI,’’ tambahnya. (far/r4)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks