alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Rekrutmen Tenaga Kerja Pabrik Smelter Harus Transparan

TALIWANG-DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mengingatkan Pemda agar proses rekrutmen tenaga kerja konstruksi pabrik smelter harus transparan. Wakil Ketua DPRD KSB Merliza Jawas menilai, keterbukaan menjadi hal utama yang harus dilaksanakan pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Salah satunya melalui sosialisasi langsung ke masyarakat.

Politisi partai Gerindra ini mengaku, sejauh ini sosialisasi yang pemerintah masih sebatas kepada internal, yaitu camat, lurah dan kades.  Sementara sosialisasi langsung ke masyarakat sampai saat ini masih belum terlihat.

’’Saya tidak melihat ada peran aktif dinas untuk mensosialisasikan ini langsung ke masyarakat. Sejauh ini yang dilakukan hanya pada internal sendiri,’’ sesalnya, kemarin.

Baca Juga :  Mantapkan Fasilitas Pendukung MXGP, Bandara di Sumbawa Dapat Atensi Menhub

Merliza mengingatkan, sosialisasi langsung kepada masyarakat jauh lebih penting. Dengan demikian, semua informasi yang dibutuhkan selama proses rekrutmen bisa diserap. ’’Yang perlu informasi itu adalah masyarakat, bukan kades, camat atau lurah,’’ ingatnya.

Pemegang kartu kuning (pencari kerja,red), lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan kuliah, lulusan universitas yang belum memiliki pekerjaan harusnya menjadi target utama. ’’Jangankan sosialisasi, lowongan pekerjaan yang dicari saja belum jelas infonya ke masyarakat. Ini harus menjadi catatan,’’ katanya.

Merliza juga menyoroti kebijakan dinas tentang penggunaan aplikasi tentang pengumuman rekrutmen maupun lowong kerja. ’’Kalau menggunakan aplikasi, harusnya aplikasi ini juga disoalisasikan. Apakah ada jaminan, aplikasi yang digunakan ini tidak down saat banyak pencari kerja mengakses dalam waktu bersamaan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pengerjaan Molor, Rekanan Proyek Jembatan Tempoak Renok Didenda

Selain sosialisasi yang masih kurang, warga KSB juga sampai saat ini masih mempertanyakan komposisi maupun perangkat yang terlibat dalam tim rekrutmen tersebut. Pertanyaan tersebut sampai saat ini belum bisa dijawab pemerintah. ’’Timnya siapa dan berkantor dimana itu saja belum jelas. Bagaimana kalau nanti saat aplikasi itu digunakan kondisinya down. Kenapa para pencari kerja ini akan meminta penjelasan,’’ tambahnya. (far/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/