alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Belum Sempat Digunakan, Mesin Bantuan Kelompok Tani Diduga Sudah Dijual

SUMBAWA-Kelompok tani di Desa Teluk Santong, mendapatkan bantuan mesin combine harvester dari pemerintah tahun lalu. Namun, mesin tersebut diduga dijual oleh oknum warga setempat. Ironisnya, mesin tersebut belum sempat digunakan oleh kelompok tani penerima.

Ketua Kelompok Tani Olat Bulis, Desa Teluk Santong Ahmad S mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan mesin tersebut tahun lalu. Awalnya mesin itu disewa oleh seseorang berinisial MD pada Maret lalu. Dengan perjanjian sewa sebesar Rp 1 juta perminggu. Dana sewa itu kemudian disetorkan untuk menjadi kas kelompok. Namun, MD hanya membayar sewa selama dua minggu.

Pada Mei lalu, pihak kelompok tani hendak mengambil mesin tersebut. Namun, MD menolaknya. Kemudian, lanjut Ahmad, kedua belah pihak difasilitasi oleh pihak kepolisian untuk bertemu. Dalam pertemuan, MD  berjanji akan mengembalikan mesin tersebut Oktober lalu. Tapi hingga saat ini, mesin tersebut tidak dikembalikan. Ternyata, alat tersebut diduga telah dijual kepada kelompok tani lain di Kecamatan Moyo Hulu. Pembeli mesin itu kemudian menghubungi kelompok penerima. Barulah pihak kelompok mengetahui bahwa mesin tersebut sudah dijual oleh MD.

Dugaan penjualan mesin ini sudah pernah dilaporkan ke Polsek Plampang. Pihak kelompok sudah langsung mengecek langsung ke lapangan. Saat pengecekan juga didampingi oleh anggota Polsek Moyo Hulu. Ternyata benar mesin itu adalah milik kelompok tersebut.

Ahmad mengungkapkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pembeli mesin itu. Pembeli siap untuk mengembalikan mesin itu. Hanya saja, uang sebesar Rp 73 juta untuk pembelian mesin itu harus dikembalikan kepada mereka.

Menurut Ahmad, hal ini sudah pernah dilaporkan ke Dinas Pertanian Sumbawa. Laporan tersebut memang direspon. Namun, tidak ada tindakan dari dinas. Pihak kelompok berharap agar mesin tersebut bisa dikembalikan kepada penerima yang berhak.

Secara terpisah, Kapolsek Plampang AKP Abdul Sani yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kelompok tani itu. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan itu. Namun, saat ini pihaknya masih terkendala saksi dari Dinas Pertanian Sumbawa.

“Kami sudah mengkonfirmasi ke Dinas Pertanian. Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Konfirmasi ini dilakukan untuk memastikan apakah benar mesin itu bantuan untuk kelompok tani Olat Bulis tersebut,” pungkasnya. (run/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks