alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Dewan Pertanyakan Penanganan Banjir Utan

SUMBAWA-Banjir yang terjadi di Kecamatan Utan beberapa minggu lalu hingga saat ini ternyata masih menyisakan sejumlah masalah. Belum ada penanganan ataupun bantuan terhadap rumah warga yang terdampak banjir.

Akibatnya pemilik rumah hingga saat ini tidak berani tinggal di rumah dan terpaksa nginap di tenda pengungsian. Pasalnya rumah warga yang ada di Karang Amat, Desa Motong ini terancam roboh karena tanahnya tergerus.

“Sebagai wakil rakyat, tentu kami sangat prihatin dan kami mempertanyakan sikap dan perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat kita ini,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Salman Alfarizi, kemarin (12/3).

Politisi PAN ini berharap dinas teknis bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi yang terjadi. Tidak hanya menerima laporan dari pihak kecamatan atau pihak terkait lainnya. Terlebih informasi dari pihak kecamatan, belum ada kepastikan kapan para warga ini bisa dibantu.

“Mestinya ada anggaran darurat untuk bencana yang bisa didrop membantu warga. Minimal dengan membuat bronjong minimal 30 mter di sekitar rumah yang terdampak banjir ini. Saya rasa ini bisa menjadi solusi sementara,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dia tidak ingin persoalan seperti ini dipandang sebelah mata. Padahal persoalan seperti ini termasuk persoalan pokok yang harus mendapat penanganan segara. Jangan justru seolah-olah disepelekan.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah melalui dinas teknis mesti segera turun. Kasihan warga yang sampai saat ini belum berani ke rumahnya karena takut roboh,” katanya. (aen/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks