alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

BUMDes Didorong Lahirkan Produk Unggulan

TALIWANG-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mendorong lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) unggulan. Selain perintah undang-undang, kehadiran BUMDes akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) TTG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Trisman mengatakan, BUMDes saat ini bukan saja sebatas dibentuk. Namun juga harus memiliki kegiatan atau usaha yang potensial.

“BUMDes didorong mampu melahirkan berbagai inovasi yang tentunya tetap disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa,” jelasnya.

Trisman menjelaskan, titik tekan pembentukan sebuah BUMDes antara lain penggunaan dana desa secara transparans dan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa. ’Dalam menggerakkan ekonomi desa harus melalui penguatan peran dan fungsi BUMDes.

Pemkab terus memberikan support kepada BUMDes di KSB. Akselerasi dan intervensi program dari pemkab terus dimasifkan untuk lebih fokus dengan mengurangi variasi unit usaha dan disesuaikan dengan potensi ekonomi desa.

‘’Pemerintah terus mendorong BUMDes untuk lebih baik. Segala hal kita dukung, termasuk fasilitasi terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh BUMDes,’’ jelasnya.

Selain itu, pemerintah akan melakukan evaluasi, sekaligus pembinaan dan pendampingan BUMDes. Kegiatan tersebut kemudian dibungkus dalam satu kegiatan yaitu lomba BUMDes tingkat KSB. Dimana satu BUMDes ditunjuk untuk mewakili satu kecamatan.

‘’Yang ikut lomba ini antara lain BUMDes Desa Kemuning, BUMDes Desa Beru, Jereweh, BUMDes Desa Moteng, BUMDes Seloto, BUMDes Seteluk Tengah dan BUMDes Poto Tano,’’ paparnya.

Dalam penilaian nantinya akan ditentukan tiga pemenang. Mereka yang menang tentunya akan dibina,didampingi bahkan diintervensi melalui program rutin pemerintah dan CSR sejumlah perusahaan swasta.

‘’Ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk merangsang BUMDes agar lebih maju,’’ tutupnya. (far/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks