alexametrics
Selasa, 27 September 2022
Selasa, 27 September 2022

Bima dan Sumbawa Dijatah 13.500 Dosis Vaksin PMK

SUMBAWA-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB mendatangkan 90 ribu dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari puluhan ribu dosis ini, sekitar 13.500 dosis sudah dikirimkan ke Pulau Sumbawa.

“Sudah datang 90 ribu dosis vaksin untuk NTB,” sebut Kepala Bidang Kesmavet Disnakkeswan NTB drh Muslih, Minggu (14/8).

Berdasarkan data laporan harian Disnakkeswan NTB per 13 Agustus, telah terjadi peningkatan jatah vaksin. Dua kabupaten zona merah di Pulau Sumbawa, yakni Sumbawa dan Bima yang sebelumnya mendapat 1.200 dan 1.300 dosis menjadi 6.200 dan 5.300 dosis vaksin.

“Di pulau Sumbawa, sekitar 13.500 dosis ada tambahan untuk KSB sekitar 2.000 dosis vaksin. Di sana capaian vaksin sudah 26,32 persen” katanya.

KSB juga mendapat jatah vaksin. Meski di daerah tersebut belum ada temuan kasus PMK. Menurutnya, jumlah populasi ternak yang rentan terdampak PMK di KSB sekitar 117.811 ekor. Sehingga diperlukan adanya vaksinasi. “Sebagian besar vaksin masih ada di provinsi. Kita akan kirim lagi sesuai progres laporan realisasi berdasarkan iSIKHNAS,” jelas Muslih.

Baca Juga :  HUT Bima Ke-381, Bupati Indah Ingin Pertumbuhan Ekonomi Lebih Pesat

Sebagai informasi, dari jumlah populasi rentan PMK di Kabupaten Sumbawa 343.495 ekor, sekitar 195 ekor dinyatakan sembuh dan sekitar 391 ekor masih sakit. Sedangkan kasus mati dan potong bersyarat masing-masing empat dan 12 ekor.

Sementara untuk Kabupaten Bima, dari jumlah populasi rentan PMK sebanyak 477.632 ekor. Sekitar 103 ekor telah sembuh dan sekitar 661 ekor yang sakit. Sedangkan kasus mati dan potong bersyarat masih nihil.

Anggota Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB H Abdul Hadi menilai, upaya pemerintah tingkat pusat dan kabupaten/kota bersama pusat semakin meningkat dalam meminimalisir penyebaran PMK. Salah satunya dengan mendatangkan lagi dosis vaksin hingga puluhan ribu tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Bima Gratiskan Biaya Rapid Test Bagi Pelajar dan Mahasiswa

“Lombok kan sudah mulai zona hijau, alangkah baiknya sejak awal ada masukan-masukan dari peternak di Lombok kepada peternak di Sumbawa untuk bagaimana menyikapi dan menghadapi penyakit yang menyerang hewan berkuku belah ini,” terangnya.

Dia meyakini, penyebaran PMK di pulau Sumbawa tak akan semakin meluas ke daerah lain. Disebabkan, pola kandang ternak di pulau Sumbawa adalah terbuka. Beda dengan di Lombok yang sebagian besar memakai kandang tertutup, sehingga penyebaran PMK sangat cepat dan meluas.

“Saya rasa cukup menguntungkan dengan kandang terbuka, artinya yang terjangkit PMK jauh lebih sedikit atau kecil, karena langsung dengan alam. Tapi tetap berikan vaksin dan vitamin jika ada gejala,” pungkas politisi PKS ini. (ewi/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/