alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pengawasan Jebol, Pasien Korona asal Mataram Leluasa ke Sumbawa Barat

TALIWANG-Warga asal Karang Taliwang, Cakranegara, Kota Mataram dinyatakan positif korona. Hasil itu diketahui saat pasien IKS, 54 tahun tiba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Sebelum tiba di KSB, pasien tersebut datang dari Mataram dengan mengantongi surat keterangan rapid test dengan hasil reaktif. Anehnya, dia yang menggunakan perjalanan darat bisa lolos di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

Saat ini, pedagang yang biasa berjualan ia  sedang menjalani perawatan di Rusunawa, Kelurahan Menala, KSB.

IKS diketahui pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG). Dia tercatat sebagai pasien positif dengan nomor 978 NTB. ‘’Pasien 978 ini merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang positif Covid-19 belum terindentifikasi. Saat ini dalam kondisi baik,’’ jelas Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB Lalu Gita Ariadi, Rabu (17/6).

Juru bicara gugus tugas KSB H. Tuwuh menegaskan, keberadaan pasien tersebut tidak mempengaruhi grafik kasus covid-19 di KSB. ‘’Pasien ini tidak menambah jumlah pasien positif KSB. Kita tetap 13 orang. Kasus tambahan ini adalah PPTG asal Kota Mataram, cuma dia beraktifitas di KSB,’’ jelasnya.

Dia menerangkan, PPTG yang dinyatakan positif ini sebelumnya mengantongi surat keterangan rapid test dengan kondisi reaktif. Setiba di posko pemeriksaan simpang Haji Hasim, Poto Tano, pasien diperiksa dan hasilnya reaktif. Sehingga bawa ke Rusunawa untuk menjalani isolasi mandiri.

‘’Kita sudah kontak Kota Mataram untuk melakukan tracing kontak terhadap pasien ini. Kita juga mencari tracing kontaknya di KSB. Sejauh ini belum ditemukan. Karena begitu tiba langsung dibawa ke Rusunawa,’’ katanya.

Keberadaan pasien ini mengundang protes dari Pemda KSB. Protes itu dialamatkan ke petugas Pelabuhan Kayangan. Seharusnya, kata Tuwuh, pasien hasil rapid test reaktif menjalani isolasi mandiri. ‘’Kalau kita di sini, begitu hasilnya reaktif itu kita karantina. Tapi kenapa di sana, begitu hasilnya reaktif tidak dilakukan isolasi dan diawasi secara khusus, malah ini dibiarkan lolos,’’ sesalnya.

Dia meminta agar masyarakat tidak panik. Pasien positif ini belum beraktifitas di KSB. ‘’Kita mau balikan ke Mataram itu sangat beresiko. Itulah kenapa kemudian kita karantina di Rusunawa. Ini supaya tidak menular ke orang banyak,’’ tambahnya.

Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini. Orang nomor dua KSB ini meminta gubernur NTB untuk menegur dan memperketat proses pengawasan serta lalu lintas melalui pelabuhan. Apalagi saat itu, kebijakan rapid test masih menjadi syarat untuk bisa menyeberang menggunakan pelabuhan Poto Tano-Kayangan.

‘’Kita minta gubernur menegur petugas posko utama di Kayangan, termasuk yang mengeluarkan hasil rapid test di Mataram agar jangan teledor yang akan mengakibatkan hal yang fatal bagi warga Pulau Sumbawa,’’ protesnya. (far/r8)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks