alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Bunuh Selingkuhan Istri, Adnan Dituntut Enam Tahun Bui

SUMBAWA-Masih ingat kasus pembunuhan selingkuhan istri di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa? Kini, perkara tersebut sudah memasuki tahap penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Adnan dengan pidana penjara selama enam tahun.

Sidang tersebut telah dilaksanakan di PN Sumbawa, Selasa (14/7) lalu. Persidangan diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Dwiyantoro. Sementara terdakwa Adnan didampingi kuasa hukumnya Artur Caecarea. Sementara JPU dari Kejari Sumbawa, Indah Pujiati. ”Terdakwa dituntut enam tahun penjara,” bunyi tuntutan JPU.

Pertimbangannya karena terdakwa menghilangkan nyawa korban secara spontanitas. Hal tersebut dilakukan terdakwa untuk membela harga diri. Sebab, istrinya dan korban kedapatan berada di dalam kamar mandi berdua.

JPU menerapkan pasal yang dikenakan yakni 338 KUHP tentang pembunuhan dalam dakwaan primairnya. Sementara dalam dakwaan subsidair, terdakwa dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP, tentang penganiayaan menyebabkan mati.

Atas tuntutan tersebut terdakwa akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara lisan. Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan, dengan agenda pledoi terdakwa.

Diketahui, Hs warga Desa Ropang, Kecamatan Ropang meregang nyawa. Pria ini tewas setelah ditikam oleh Adan, yang juga warga setempat. Korban kedapatan sedang berdua dengan SR yang merupakan istri dari Adnan berada di dalam kamar mandi.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (18/1/20) lalu, sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, Adnan tengah berada di depan rumah tetangganya yang bernama Mul. Adnan kemudian beranjak pulang untuk membuat kopi. Setibanya di rumah, Adnan tidak mendapati istrinya, SR.

Karena sakit perut, Adnan menuju kamar mandi hendak buang air besar. Namun pintu kamar mandinya terkunci dari dalam. Adnan kemudian menggedornya dan terdengar suara SR dari dalam kamar mandi. Adnan meminta SR untuk membuka pintu. Namun SR enggan membukanya sehingga Adnan mendobrak paksa pintu tersebut.

Ketika pintu terbuka, Adnan terkejut melihat istrinya bersama Hs. Langsung saja Adnan kalap lalu menikam punggung bagian belakang Hs menggunakan badik sebanyak satu kali. Akibat tusukan itu, Hs langsung terjatuh dan tewas. (run/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks