alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Tersangka Pemotong Dana PKH Segera Diadili di Sumbawa

SUMBAWA-Tersangka pemotongan dana PKH di dua desa di Kecamatan Lape segera diadili. Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Mataram.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Reza Safetsila Yusa mengatakan, pelimpahan tersebut telah dilakukan Rabu (15/7) sore lalu. Pihaknya telah menyerahkan berkas perkara beserta sejumlah dokumen lainnya terkait kasus itu.

“Untuk sementara, baru berkas yang dilimpahkan. Sementara tersangka berinisial SK, penahanannya masih dititipkan di Sumbawa. Ini karena adanya pandemi Covid-19 ini,” ujar Reza, Kamis  (16/7).

Setelah ini, pihaknya akan menunggu penetapan hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut. Setelah itu barulah ditentukan jadwal persidangannya. Dalam kasus ini, pihaknya juga sudah membentuk tim JPU. Tim ini langsung diketuai Reza.

Diketahui, proses pendistribusian dana PKH di Desa Dete dan Lape, Kecamatan Lape diduga bermasalah. Penyalurannya kepada penerima diduga diselewengkan. Menurut informasi, dugaan penyelewengan pendistribusian ini terjadi dalam kurun waktu 2017 hingga 2018. Diketahui, jumlah penerima PKH di Desa Dete sebanyak 222 kepala keluarga (kk). Sementara di Desa Lape, jumlah penerimanya sebanyak 184 kk.

Adapun besar dana yang diterima oleh penerima masing-masing sebesar Rp 1,89 juta pertahun. Dana ini, langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.

Dalam hal ini, kartu ATM masing-masing penerima dipegang oleh oknum pendamping PKH untuk dua desa tersebut. Saat pencairan, diduga dana tersebut tidak diberikan secara keseluruhan kepada penerima. Namun, sebagian dananya ditransfer ke rekening pribadi oknum pendamping PKH itu. Adapun jumlah potongannya bervariasi, yakni berkisar Rp 800 ribu sampai Rp 2 juta. Berdasarkan hasil perhitungan BPKP, dalam kasus ini negara dirugikan sekitar Rp 600 juta. (run/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks