alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kades Tidak Tahu Izin Reklamasi Perairan Pidang

SUMBAWA-Perairan di dua dusun di Desa Pidang, Kecamatan Tarano, direklamasi. Namun izin reklamasi tersebut tidak diketahui pihak pemdes setempat.

Reklamasi itu dilakukan di dua titik. Yakni di Dusun Kunil dan Bukit Tinggi. Di Dusun Kunil, reklamasi dilakukan di sekitar kawasan teluk setempat. Reklamasi dilakukan dengan cara menimbun perairan di dusun tersebut sepanjang puluhan meter menjorok ke laut.

Penimbunan dilakukan dengan cara membuat garis lurus selebar beberapa meter. Urugan tanah di kawasan itu tidak langsung tersambung dengan bibir pantai. Sementara di kawasan pantainya berdiri beberapa tenda tempat pengumpulan ubur-ubur.

Sementara di Dusun Bukit Tinggi, reklamasi dilakukan dengan cara menimbun pinggir pantai menggunakan tanah. Timbunan ini juga menjorok beberapa meter ke laut. Di atas timbunan tanah itu juga berdiri tenda pengepul ubur-ubur. Kedua lokasi itu terletak tepat di pinggir jalan negara.

Kepala Desa Pidang Syarifuddin mengatakan, reklamasi itu sudah berlangsung sekitar delapan sampai sembilan tahun lalu. Semenjak maraknya ubur-ubur di desa setempat. Dia mengaku tidak tahu persis izin reklamasi itu.

“Saya tidak tahu persis. Sebab sudah ada semenjak saya belum menjabat sebagai kepala desa,” ujar Syarifuddin saat ditemui di Kantor Kejari Sumbawa, Selasa (17/12).

Syarifuddin mengatakan, dia belum mencoba menelusuri izin reklamasi itu. Menurut sepengtahuannya, adanya reklamasi itu untuk memudahkan akses masuk kapal nelayan untuk menimbang ubur-ubur yang sudah ditangkap.

Sejauh ini, dia belum pernah menanyakan pengusaha ubur-ubur di lokasi itu mengenai reklamasi tersebut. “Memang seharusnya reklamasi itu harus memiliki izin,” tegasnya.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan KUPT Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa. Namun dia belum sempat menanyakan apakah reklamasi itu memiliki izin atau tidak. (run/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Minyak Jaran Peresak Sakra, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Lawan Korona

PANDEMI Covid-19 membuat banyak inovasi yang dilakukan warga. Terutama untuk menjaga dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi madu alami, obat herbal, istirahat cukup, hingga berjemur dibawah matahari pagi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks