alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Refleksi Tiga Tahun, Bupati KSB Sebut Sejumlah Keberhasilan

TALIWANG-Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr HW Musyafirin dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin selama tiga tahun terakhir berhasil melaksanakan sejumlah program unggulan. Terutama program yang tertuang dalam visi misi keduanya saat kampanye tahun 2015 lalu.

Pelayanan dasar masyarakat, penurunan angka kemiskinan, pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan hampir semua mampu diselesaikan dengan baik. Di tahun ketiga memimpin KSB, keduanya juga menyadari masih banyak hal yang harus dilakukan.

‘’Kami berdua melanjutkan pondasi yang dibangun bupati dan wakil bupati sebelumnya Dr KH Zulkifli Muhadli dan H Mala Rahman.  Melalui visi bagaimana mewujudkan hak-hak dasar masyarakat secara berkeadilan, berlandaskan gotong royong,’’ katanya pada malam refleksi tiga tahun kepemimpinan pasangan ini Minggu malam lalu (17/2).

Bupati menegaskan, kinerjanya harus diukur dengan visi misi yang sudah dicapai selama tiga tahun terakhir. Visi misi inilah yang kemudian tertuang dalam RPJMD tahun 2016-2021. Salah satu yang berhasil dicapai adalah penurunan angka kemiskinan di KSB.

Tahun 2015 lalu, angka kemiskinan di KSB berada pada 16,97 persen. Ditahun 2016 atau tahun pertama keduanya memimpin KSB, kemiskinan menurun menjadi 16,5 persen. Ditahun kedua, angka kemiskinan kembali menurun menjadi 15,96 persen dan tahun 2018 lalu, kemiskinan di KSB menjadi 14,17 persen.

‘’Selama tiga tahun, pemkab telah berhasil mencapai target RPJMD dengan rata-rata capaian 107,33 persen. Itu merupakan akumulasi dari 22 indikator dalam RPJMD,’’ paparnya.

Penurunan angka kemiskinan di KSB ini termasuk salah satu paling baik di Indonesia. Bupati menegaskan, hanya KSB yang mampu melaksanakan penurunan angka kemiskinan diatas satu digit dari 15,96 persen menjadi 14,17 persen atau 1,79 persen.

Sejumlah capain selama tiga tahun terakhir lanjutnya tidak lepas dari dukungan semua pihak. Dukungan yang diberikan selama tiga tahun terakhir, menjadi kunci utama untuk meraih semua target pembangunan yang sudah dicanangkan selama ini. Termasuk dalam hal pengelolaan birokrasi pemerintahan.

Setelah tiga tahun, semua aparatur KSB di bawah kepemimpinan Sekda H. Abdul Azis akhirnya bisa menemukan format dalam pelaksanaan birokrasi yang diharapkan. Itupun, lanjutnya harus dilalui dengan rotasi sekitar 400 aparatur sipil negara, ditempatkan sesuai posisinya.

 ‘’Ini adalah awal tahun untuk seluruh ASN untuk berelaborasi dan berkreasi, berinovasi. Kami harap, semua aparatur yang ditempatkan kemarin bisa memberikan yang terbaik bagi daerah,’’ harapnya.

Peningkatan sumber daya aparatur juga termasuk salah satu yang menjadi prioritas dilaksanakan keduanya. Bupati meminta kepada semua OPD, terutama kepada DPMD, agar bagaimana meningkatkan sumber daya perangkat desa, sekaligus bagaimana mempertahankan eksistensi dari Universitas Cordova.

Bupati mengingatkan, keberadaan Undova harus bisa dimanfaatkan untuk semua aparatur desa. Terutama aparatur yang belum S1 untuk bisa kuliah di Undova. Untuk anggaran kuliah aparatur, bisa dialokasikan melalui APBDes.

‘’Ke depan, perangkat desa berpeluang menjadi ASN. Penggunaan APBDes untuk membiayai peningkatan sumber daya perangkat desa tidak ada masalah. Saya minta ini diatensi khusus,’’ tandasnya. (far/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks