alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Saling Ejek, Seorang Remaja Tewas Ditusuk

SUMBAWA-Aksi saling ejek dua kelompok pemuda berakhir tragis. Seorang pelajar, Aldi Suprianto, 15 tahun, warga Dusun Sampar Layang, Desa Pamanto, Kecamatan Empang meregang nyawa. ABG berkebutuhan khusus ini tewas ditusuk.

Kasus ini terjadi Sabtu lalu (16/2) sekitar pukul 22.30 Wita. Saat itu, sekelompok pemuda sedang melintas di kawasan pertokoan di Dusun Sampar Layang, Desa Pamanto. Mereka kemudian diteriaki oleh kelompok pemuda lainnya yang sedang duduk di depan sebuah toko. Karena diteriaki, kelompok pemuda ini membalas dengan ikut meneriaki.

Aksi saling ejek ini berujung dengan saling kejar-kejaran. Sesampainya di depan rumah seorang warga, korban yang berboncengan dengan temannya tidak bisa menghindar hadangan sekelompok pemuda yang mengejarnya.

Seketika, salah seorang tersangka berinisial AH langsung memukul korban. Seorang tersangka lain berinisial Bn juga ikut memukuli korban. Saat korban dalam posisi jongkok, seorang tersangka berinisial GO langsung menusuk korban menggunakan pisau. Setelah itu, mereka meninggalkan korban di lokasi.

Oleh warga korban kemudian dilarikan ke puskesmas setempat. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Aparat Polsek Empang yang mendapatkan informasi mengenai kejadian ini langsung turun ke lokasi. Dari keterangan seorang saksi, identitas para tersangka akhirnya dikantongi polisi.

Tidak membutuhkan waktu lama, aparat Polsek Empang beserta sejumlah personel dari Polres Sumbawa langsung mengejar para tersangka. Tersangka berinisial AH berhasil diamankan di kediamannya di salah satu desa di Empang, Minggu dinihari. Dari AH, diketahui identitas dua tersangka lain.

Tak lama polisi berhasil meringkus tersangka berinisial Bn, Minggu (17/2) sekitar pukul 08.00 Wita. Selanjutnya, pelaku berinisial GO berhasil diamankan sekitar pukul 15.30 Wita. Ketiga pelaku kemudian dibawa ke Polres Sumbawa.

Atas keberhasilan pengungkapan yang memakan waktu kurang dari 24 jam ini, para personel Polres Sumbawa yang terlibat mendapatkan penghargaan. Penghargaan diberikan Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio dalam upacara yang dilaksanakan di Kompi Senapan B, kemarin (18/2). Para personel yang mendapatkan penghargaan antara lain Kapolsek Empang Iptu I Made Suardika, Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Zaky Maghfur dan Kabag Ops Polres Sumbawa AKP Burhanuddin.

Kapolres mengakui pihaknya juga sudah melakukan pendekatan kepada keluarga korban. Selain itu, pelaku juga sudah berhasil diamankan. Diharapkan agar situasi di lapangan tetap kondusif dan aman. (run/r3) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks