alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Mengaku Aparat, Dua Pria Bejat Perkosa Gadis Belia di Sumbawa

SUMBAWA-Seorang pelajar di salah satu sekolah di Kota Sumbawa menjadi korban pemerkosaan. Bunga (bukan nama sebenarnya, red) digilir dua pelaku yang mengaku aparat.

Bunga dipaksa melayani nafsu bejat kedua orang itu saat berduaan dengan pacarnya di pinggir pantai di kawasan SAMOTA. Informasi yang dihimpun, kasus dugaan pemerkosaan ini terjadi Jumat (12/6) siang. Bunga dan pacarnya berinisial YD sedang duduk di pinggir pantai di kawasan SAMOTA.

Mereka didatangi seseorang penjaga. Pria tersebut kemudian menanyakan apakah kedua ABG ini memiliki handphone atau tidak. Namun, Bunga menjawab dia tidak memiliki handphone.

Setelah itu, muncul dua orang pria dari balik batu karang. Satu diantaranya menggunakan topi, sementara seorang lainnya menggunakan masker. Keduanya mengaku aparat kepada penjaga kandang. Saat ditanya lebih detail, kedua pria itu hanya menjawab mereka dari intel. Akhirnya, penjaga kandang itu meninggalkan lokasi.

Lalu dua orang yang mengaku intel ini mengajak pasangan kekasih tersebut menjauh dari lokasi pertama. Bunga dan pacarnya berinisial YD dipisahkan.

Seorang pelaku menggiring YD jauh dari lokasi Bunga. Kemudian, terduga pelaku itu meminta YD untuk melepas semua pakaian yang dia kenakan. Tidak hanya itu, tangan YD diikat menggunakan bajunya. YD lalu disuruh berjalan hingga ke laut.

Sementara pelaku lain yang bersama Bunga mengancam menggunakan parang. Karena takut, Bunga hanya bisa menyilangkan tangannya di dadanya. Untuk melindungi kunci motor dan handphone yang disembunyikan di dalam bajunya.

Pelaku itu kemudian membuka celana Bunga dengan paksa. Di lokasi itu Bunga dipaksa melayani nafsu bejat pria tersebut. Setelah selesai, pelaku lain datang. Untuk bergantian menggarap Bunga. Sementara pria pertama yang diduga menggarap Bunga pergi menjaga YD yang masih berada di laut.

Setelah selesai, seorang rekan terduga pelaku lain datang membawa YD ke lokasi tersebut. Di lokasi itu, YD disuruh kembali menggunakan pakaiannya. Keduanya kemudian diajak kembali ke lokasi semula. Kedua ABG ini kemudian ditinggalkan oleh kedua terduga pelaku itu.

Kejadian ini, baru diketahui keluarga Bunga pada Minggu (14/6) dini hari. Saat itu, orang tua Bunga melihat anaknya menangis dan seperti trauma. Kemudian, ibunya menanyakan perihal kondisi itu kepada Bunga. Akhirnya, Bunga mengaku kejadian yang menimpanya itu.

Ibu korban langsung bercerita kepada suaminya. Akhirnya, kasus ini dilaporkan ke Polres Sumbawa, Senin (15/6).

Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Awalnya, korban mengaku disetubuhi dua orang pria yang tidak dikenal kepada orang tuanya. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendalaman.

Menurut keterangan yang diperoleh, kedua terduga pelaku mengaku intel. “Menurut keterangan, kedua terduga pelaku ini mengaku aparat, terus mereka ngomong bahwa mereka Intel,” ujar kapolres.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kasus ini. Ciri-ciri dari terduga pelaku ini sudah di kantongi. Tim Puma Polres Sumbawa juga masih di lapangan untuk melacak keberadaan terduga pelaku. (run/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks