alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Puluhan Miliar DD “Parkir” di Kas Daerah

SUMBAWA-Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menerima transfer Dana Desa (DD) tahap pertama sebesar 20 persen atau Rp 28.810.536.600 dari pemerintah pusat. Dana ini sudah berada di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sudah lebih dari sepekan. Padahal menurut ketentuan, paling lambat DD berada di RKUD selama 7 hari untuk kemudian segera disalurkan ke rekening kas desa.

Kepala BPKAD Kabupaten Sumbawa Wirawan Akhmad membenarkan masih parkirnya dana ini di kas daerah. Pasalnya, desa belum melengkapi persyaratan untuk bisa melakukan pencairan.

Karenanya Wirawan berharap kepada pemerintah desa, untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Termasuk menyegerakan penetapan  APBDes, begitu juga kewajiban atas laporan penggunaan anggaran. Sehingga DD bisa tersalurkan, dan pelaksanaan pembagunan di desa bisa dilakukan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.

Diakui, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan pencairan terhadap  38 desa yang telah mengajukan persyaratan pencairan. Terutama APBDes yang sudah disahkan, serta laporan penggunaan keuangan desa di tahun 2018. Termasuk laporan jika ada bantuan pemerintah yang bersifat khusus.

“Hari ini kita targetkan  surat perintah pembayaranya (SPM), dan 38 desa itu kita kejar target hari ini. Insya Allah bisa dicairkan. Kalau menyusul desa lain, segera juga kita proses. Karena uangnya  ada di kas daerah,” ungkap Wirawan.

Sama halnya dei Sumbawa, DD tahap 1 di Kabupaten Bima, hingga saat ini juga belum dicairkan. Penyebabnya,  Perdes APBDesa belum diserahkan pemerintah desa.  Hal ini diakui Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) BPMD Kabupaten Bima L Faisal. Kata dia, DD tahap pertama sebesar Rp 37,1 miliar lebih telah dicairkan dari Rekening Kas Umun Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

”Tapi, dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD) masih belum bisa dicairkan,” katanya.

Penyebabnya, kata Faisal, karena hingga saat ini belum ada satu pun pemerintah desa menyerahkan Perdes APBDesa tahun 2019, sebagai syarat pencairan.

“191 desa di kabupaten Bima sampai saat ini belum penuhi persyaratan pencairan. Padahal hanya menyerahkan Perdes APBDesa tahun 2019,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan tersebut sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini kondisinya tidak stabil. Kendati demikian, pihaknya akan terus mendorong pemerintah desa segera menyelesaikan kewajibannya.

“Kita juga telah diingatkan oleh BPK untuk membuat daftar tanda terima yang berstempel dari desa,” akunya.   (en/tin/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks