alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

DPRD Sumbawa Setuju PT.DMB Dibubarkan

SUMBAWA— Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Rabu (30/01) memutuskan menyetujui pembubaran PT. Daerah Maju Bersaing (PT DMB), namun disertai dengan catatan. Keputusan ini dilakukan setelah melalui proses pembahasan dan pengkajian yang cukup panjang. Hal yang dilakukan anggota DPRD adalah telah melakukan konsultasi ke instansi pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi NTB. Bahkan telah meminta pendapat dari pakar hukum di dari Universitas Mataram (Unram) .

Dalam pertemuan terbatas di ruang rapat  Ketua DPRD Sumbawa yang dihadiri pimpinan komisi dan fraksi DPRD Sumbawa, disimpulkan bahwa pembubaran PT DMB dapat disetujui dengan catatan diantaranya pihak perusahaan harus menyampaikan jumlah dan nilai aset dan arus kas atau laporan keuangan terakhir dari PT DMB.

Selanjutnya pembagian aset disesuaikan dengan komposisi kepemilikan saham, serta mendorong Bupati Sumbawa bersama Bupati KSB dan Gubernur NTB untuk mengambil langkah konkret dan strategis guna mempercepat pembubaran PT. DMB dan segala akibat hukum dan tetap berpedoman  pada peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna yang mengagendakan persetujuan pembubaran PT. DMB sempat diwarnai interupsi dari sejumlah fraksi dewan. Diantaranya Ahmadul Kusasi, SH dari Fraksi Partai Golkar.  Ia meminta landasan hukum pembubaran PT. DMB. Sehingga tidak salah dalam memberikan persetujuan karena menurntya terbentuknya PT. DMB adalah tanpa sepengetahuan DPRD Kabupaten Sumbawa.

“Ini kan kita dibawah ke ranah yang  lain, dibentuk tidak berdasarkan persetujuan kita, dibubarkan minta persetujuan kita. Kalau pada waktu itu dibentuk berdasarkan persetujuan DPRD, mungkin ia dibubarkan atas persetujuan DPRD. Kami minta landasannya, supaya kami tidak salah nantinya,” papar Ahmadul.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Demokrat Syamsul Fikri AR, Sag, MSi menyatakan pembubaran PT. DMB harus ada penjelasan dari pemerintah provinsi. Kemudian menyangkut nilai modal dan aset, baik bergerak maupun tidak bergerak harus dijelaskan. Sehingga dalam pembagian aset nantinya menjadi jelas, berapa untuk Sumbawa.

Menurut Fikri masalah tersebut telah dipertanyakan dalam rapat dengan Dirut PT. DMB, terutama menyangkut hal-hal yang bersifat profit karena PT DMB adalah perusahaan bersifat profit maka pasti ada nilai-nilai keutungan dan kerugian. Namun sampai saat ini katanya belum  ada penjelasan berapa aset yang bergerak dan tetap.“Kami bukan berarti ambigu memberikan persetujuan, tetapi hal ini masih membutuhkan pengkajian yang mendalam,” tandasnya.

Bahkan lanjut Fikri, DPRD Provinsi sendiri sampai saat ini masih berpolemik. Karena anggota DPRD NTB masih yang menyetujui tentang Perda dan belum menyetujui pembubaran. Karenannya, Fraksi Demokrat membutuhkan landasannya secara yuridis,  terutama menyangkut aset dan profit perusahaan itu. Interupsi juga disampaikan H. Nurdin Marjuni  dari Fraksi Golkar yang juga meminta penjelasan yang komprehensif.

“Ini harus dikaji. barangkali sidang ini bisa ditunda dulu untuk menunggu persiapan eksekutif dan penjelasan, kami butuh alasan-alasan yang fundamental tentang pembubaran ini,”katanya pada saat sidang.

Disampaikan H. Nurdin, bahwa terkait aset, berdasarkan hasil konsultasi ke Biro Hukum Provinsi, disebutkan pada waktu itu, 40 persen masing-masing untuk Provinsi dan KSB, 20 persen untuk Kabupaten Sumbawa.

Tetapi tidak disebutkan berapa nilai keuangannya atau jika dirupiahkan. Pada saat itu juga, mengemuka, bahwa setuju atau tidak DPRD Sumbawa, pembubaran tetap dilakukan.

Di Kemenkumham lanjut H Nurdin, tambah bingung mereka karena Perda yang menyatakan pembentukan DMB adalah Perda Tingkat I. sehingga tidak ada persetujuan dari DPRD Sumbawa, hal ini tidak ada masalah. Pada saat pembentukannya sudah ada kejanggalan, DMB terbentuk tahun 2009, sementara Perdanya dibentuk tahun 2010.

Sementara itu, anggota Fraksi PAN Arahman Atta menuntut transparansi pembagian deviden selama ini, termasuk pembagian sisa kekayaan peusahaan yang akan dibagikan kepada rakyat Sumbawa sesuai dengan persentasenya.

Menanggapi pendapat yang berkembang, Pimpinan sidang Dr Drs Arachman Alamudy, SH menyatakan mestinya tidak ada lagi persoalan, karena paripurna sifatnya final dan mengikat. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks