alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Wakil Rakyat Geram Harga Cabai Kian Mahal

MATARAM-Harga cabai rawit masih melonjak tajam. Anggota Komisi IV DPR RI H. Johan Rosihan ikut geram. Dia mendesak Kementerian Pertanian (Kementan RI) mengatasi produksi yang belum stabil dan meminta mengoptimalkan penanganan pasca panen.

Kenaikan harga ini sangat meresahkan konsumen. Karena belanja bumbu dapur ini menjadi kebutuhan pokok setiap rumah tangga.

“Saya minta Kementan memperbaiki permasalahan produksi yang belum stabil, bahkan pada akhir tahun lalu produksi cabai terjadi penurunan, ini tanggung jawab Kementan untuk menjaga stabilitas produksi cabai agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen,” katanya, Senin (20/6).

Perkembangan harga bahan pokok yang melonjak drastis terutama harga cabai rawit merah yang tembus Rp 84.823 per kilogram (kg) atau melonjak sekitar 241,47 persen dibanding bulan lalu. Begitu juga harga cabai merah besar yang naik 82 persen, bahkan di beberapa tempat harganya melonjak  hingga 116 persen.

Baca Juga :  Ratusan Kepala Sekolah di Sumbawa Digeser

Kementan, sambungnya, perlu mengoptimalkan penanganan pasca panen sebab saat ini kehilangan hasil dari produksi cabai masih sangat tinggi hingga harganya sering melonjak.

Kementan juga diharapkan dapat mempelopori agar penyusutan dari produksi cabai dapat diminimalisir melalui manajemen pasca panen yang baik. “Kita semua paham bahwa komoditas cabai ini tidak tahan lama, maka perlu teknologi pasca panen seperti resi Gudang atau cold storage dan lain-lain agar lebih tahan lama,” urai anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa itu.

Politisi PKS ini mendorong Kementan dapat memberikan insentif khusus kepada petani yang menanam cabai. Agar produksinya stabil serta membuat terobosan, sehingga distribusi cabai segar selalu lancar ke daerah konsumen.

Terlebih, konsumsi cabai segar mencapai 60 persen. Sehingga kestabilan produksi dan kelancaran distribusi cabai menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dipasaran.

Baca Juga :  PPKM Level Tiga, Satgas Covid-19 Sumbawa Barat Harus Tegas

Johan juga minta, agar Kementan dapat proaktif membantu petani mengatasi serangan penyakit pada tanaman cabai. Serta meningkatkan luas tanam dan mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman.

“Saya berharap Kementan mengantisipasi gagal panen yang sering dihadapi petani sehingga mereka berfikir ulang untuk menanam cabai, pemerintah harus hadir membantu petani agar ada gairah untuk produksi cabai sehingga dampaknya harga akan lebih stabil,” ungkap mantan anggota DPRD NTB itu.

Johan menilai harga cabai rawit yang melonjak tajam hingga 241,47 persen sangat dipengaruhi banyaknya permintaan. Juga adanya selera masyarakat akan komoditi cabai rawit. Agar harga kembali normal, dia mendesak Kementan untuk lebih meningkatkan produksi cabai rawit merah dan jenis cabai lainnya. “Sebab, dari sisi permintaan sebenarnya cukup stabil yaitu sekitar 250-260 ribu ton per bulan,” pungkasnya. (ewi/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/