alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Terdakwa Kasus Korupsi Balai Nikah Labangka Sumbawa Dihukum Ringan

SUMBAWA-Perkara korupsi pembangunan gedung Balai Nikah dan KUA Labangka, Sumbawa memasuki babak akhir. Terdakwa M Firdaus dan Johan Satria menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan, Senin (20/7).

Keduanya dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Diketahui, terdakwa M Firdaus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Balai Nikah dan KUA Labangka. Sedangkan Johan selaku rekanan yang mengerjakan proyek Rp 1,2 miliar itu.

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Sri Sulastri. Dalam persidangan kemarin, dua terdakwa didampingi penasihat hukumnya Febryan Anindita. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Reza Safetsila Yusa.

Selain hukuman badan, dua terdakwa dibebankan membayar denda masing-masing Rp 50 juta subsidair dua bulan penjara. Untuk uang pengganti, hakim menghukum terdakwa Johan Satria membayar Rp 69 juta subsidair enam bulan penjara.  Sedangkan M Firdaus Rp 50 juta subsidair enam bulan penjara.

Vonis dua terdakwa lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya jaksa dari Kejari Sumbawa menuntut dua terdakwa dengan hukuman delapan tahun penjara.

JPU Reza Safetsila Yusa belum mengambil sikap usai mendengar putusan itu. Dia memilih untuk pikir-pikir. ”Kami akan melaporkan hasil persidangan terlebih dahulu kepada pimpinannya,” katanya. Sementara dua terdakwa memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan hakim tersebut.

Diketahui, proyek Balai Nikah Kecamatan Labangka dibiayai Kanwil Kemenag Provinsi NTB tahun anggaran 2018. Pada tender tersebut, dimenangkan CV Samawa Talindo Resort.

Nilai kontraknya, Rp 1.240.558.000. Proyek tersebut dikerjakan dalam waktu 140 hari sejak 19 Juli hingga 1 November 2018. Masa pemeliharaannya selama 180 hari.

Tetapi, hingga berakhirnya kontrak, proyek tersebut tidak dikerjakan 100 persen. Baru menjalankan proyek fisik sekitar 41,56 persen. Dari hasil perhitungan tim ahli dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negaranya mencapai Rp 1,03 miliar. (run/r8)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks