alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Mantan Kades Kemuning Diserahkan ke Lapas Mataram

TALIWANG-Polres Sumbawa Barat terus mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penggunaan dana desa (DD) Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat ditahan di Mapolres KSB, mantan Kades Kemuning berinisial HT langsung diserahkan ke Lapas Mataram.

“Tersangka kita serahkan ke Lapas Mataram. Sebelumnya, pada 15 Agustus lalu kita sudah menyerahkan barang bukti (BB) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa,’’ jelas Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa didampingi Kasat Reskrim AKP Muhaemin.

Kapolres menjelaskan, saat masih menjabat sebagai kades, tersangka menyalahgunakan kewenangannya untuk memperkaya diri sendiri. Modusnya, ada banyak proyek yang tidak dilaksanakan, namun anggarannya sudah dicairkan 100 persen. Untuk mencairkan anggaran tersebut, tersangka memalsukan pertanggungjawaban secara administrasi.

“Total kerugian negara akibat ulah mantan kades ini mencapai Rp 982 juta. Dana itu merupakan DD tahun 2017,’’ katanya.

DD hasil korupsi tersebut digunakan tersangka untuk membeli kebutuhan pribadi. Salah satu barang bukti yang berhasil disita dan ikut dijadikan sebagai barang bukti adalah satu unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250 CC yang harganya ditaksir mencapai Rp 50 juta.

‘’DD yang dikorupsi tersangka selain digunakan untuk kebutuhan pribadi, juga dipakai untuk membeli satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja Sport 250 CC senilai Rp 50 juta,’’ paparnya.

Tersangka sendiri dijerat pasal 2,3 dan 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Dalam kasus DD Kemuning tahun 2017, penyidik Polres KSB hanya menetapkan satu orang tersangka, yaitu mantan kades. Penetapan tersangka dilakukan karena penggunaan DD di desa tersebut sepenuhnya merupakan tanggungjawab tersangka selaku kades pada saat itu.

“Berkaitan dengan kasus ini memang tersangkanya tunggal, yaitu mantan kades. Karena dari hasil pemeriksaan, tidak ada pihak lain yang dilibatkan. Semuanya dilakukan sendiri oleh tersangka,’’ tandasnya.

Polres KSB lanjutnya memberikan atensi khusus terkait dana DD yang dikelola semua desa di KSB. Setelah kasus mantan Kades Desa Kemuning, penyidik Polres KSB saat ini tengah membidik enam desa lain yang juga diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait penggunaan DD.

“Saat ini sudah ada dua desa yang naik statusnya ke penyidikan. Empat lainnya masih dalam proses penyelidikan. Itu masih terkait dana DD,’’ katanya.

Bahkan dalam waktu tidak terlalu lama, Polres KSB akan menetapkan tersangka. Terutama dua desa yang statusnya sudah naik ke penyidikan.

“Mudah-mudahan minggu depan ini akan ada pihak yang kita tetapkan sebagai tersangka dan akan langsung ditahan,’’ janjinya.

Khusus penggunaan DD, Polres KSB diakuinya menaruh atensi khusus. Ia ingin agar DD yang dikucurkan pemerintah pusat itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

“Ini sudah sering saya ingatkan, termasuk saat forum yasinan. Tapi masih ada saja kades yang melakukan tindak pindana korupsi. Bahkan yang kita sidik saat ini, angkanya jauh lebih besar dari Desa Kemuning,’’ tambahnya.

Sementara itu, mantan Kades Kemuning berinisial HT juga ikut dihadirkan dalam konfrensi pers tersebut. Menggenakan seragam tahanan berwarna orange bertuliskan tahanan tipikor dan ditutup masker, mantan kades ini hanya bisa tertunduk saat polisi membeberkan modus korupsi yang dilakukannya tahun 2017 lalu. (far/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks