alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

—–

 

DI DESA Moyo Hilir, kedatangan tim penilai disambut meriah oleh warga. Kepada para tim juri, warga setempat pun mempersembahkan tarian Cuci Tangan Enam Langkah sebagai tanda selamat datang terhadap tamu istimewa.

Tim penilai didampingi Sekda Sumbawa, Kasat Pol PP, Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, beserta rombongan. Di Moyo hilir, mereka disambut Kapolres Sumbawa, Camat Moyo Hilir, Kapolsek Moyo Hilir, Danramil Moyo Hilir, dan sahibul bait, kepala desa. Menyambut pula para pengurus PKK Kecamatan dan Desa, Bhabinkamtibmas, Baninsa, serta tokoh masyarakat setempat.

Di hadapan tim penilai, Camat Moyo Hilir Hartono menyampaikan selayang pandang kecamatan Moyo Hilir. Kecamatan ini terdiri dari 10 desa dengan penduduk sekitar 25 ribu jiwa.

“Kami juga menggelorakan kampanye CTPS atau cuci tangan pakai sabun, senam cuci tangan pakai sabun,” katanya.

Di samping itu, ada produk minuman herbal Si Jantan (Jahe Instan) yang dikelola oleh ibu-ibu PKK di Moyo Hilir.

Dikemukakan pula bahwa Moyo Hilir juga terkenal dengan desa Tenun Kre Alang. Saat ini di sana, ada juga kelompok warga yang melaksanakan budi daya sayuran hidroponik, serba berbagai kegiatan home industry.

Sekda Sumbawa H Hasan Basri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas nama pemerintah kabupaten Sumbawa. “Semoga Kampung Sehat yang mewakili Kabupaten Sumbawa yakni Desa Moyo, Desa Pernek,  dan Kelurahan Samapuin, menjadi Kampung Sehat terbaik,” harapnya yang didukung tepuk tangan meriah masyarakat.

Dia mengatakan, jika desa-desa teresbut menjadi juara di tingkat provinsi, maka akan mampu memotivasi desa dan kelurahan lainnya menjadi kampung yang lebih steril, mampu meningkatkan ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh.

Ditegaskannya betapa Pemkab Sumbawa sangat mendukung program Lomba Kampung Sehat. Bahkan, Pemda kata dia, sangat berkomitmen untuk membantu menyukseskan program ini karena sangat sejalan dengan visi misi kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Kampung Sehat Tingkat Propinsi NTB Joko Jumadi menyampaikan bahwa ia bersama tim melakukan penilaian untuk aspek-aspek yang sama di setiap desa dan kelurahan yang menjadi pemenang.

“Penilaian ini merupakan penilaian verifikasi. Sebelumnya kami sudah melakukan peninjauan secara tertutup tanpa pemberitahuan,” ujarnya.

Diterangkan Joko, kesehatan menjadi tolok ukur dalam Lomba Kampung Sehat. Lalu diikuti ketahanan pangan, sosial ekonomi, dan keamanan. Tujuan utamanya bagaimana memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara 4 M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Akademisi Universitas Mataram ini berharap, dengan lomba Kampung Sehat, budaya protokol kesehatan yang telah diterapkan masyarakat tetap berlanjut meskipun lombanya sudah selesai.

“Yang dinilai adalah lebih banyak pada perilaku masyarakat disiplin menerapkan protokol Covid-19, pola hidup sehat dan prokes,” katanya.

Selanjutnya Tim penilai berkeliling Desa moyo melakukan penilaian pada sejumlah tempat yang menjadi indikator penilaian lomba. Termasuk pula penilaian secara administrasi. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks