alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Kasus Dana Desa Lunyuk Sumbawa, Jaksa Mulai Hitung Kerugian Negara

MATARAM-Penetapan tersangka atas dugaan korupsi dana desa di Lunyuk, Sumbawa tinggal selangkah lagi. Tinggal menghitung kerugian negara. ”Kita sudah ekspose ke BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) untuk meminta audit,” kata Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Reza Safetsila, Sabtu (20/6) lalu.

Saat ini, BPKP sudah turun melakukan cek fisik atas penggunaan dana desa tersebut. ”Sekarang masih dalam proses perhitungan,” terangnya.

Jika sudah selesai, penyidik tinggal melakukan gelar perkara. Guna menentukan penetapan tersangka. ”Tunggu saja, hasilnya seperti apa nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya penyidik sudah melakukan cek fisik bersama tim ahli konstruksi di Sumbawa. Mereka memeriksa proyek fisik yang dijalankan menggunakan dana desa. ”Kita periksa drainase, pembangunan gedung aula, dan jalan,” bebernya.

Tetapi pada kasus itu, penyidik fokus memeriksa proyek fisik pembangunan gedung aula. Tim ahli menyimpulkan proyek bangunan aula itu tak sesuai spesifikasi. ”Dugaan kita ada kerugian negara,” ujarnya.

Diperkirakan nilai kerugian negaranya sekitar Rp 200 jutaan. Tetapi, untuk memperkuat hasil perhitungan itu perlu dikoordinasikan dengan BPKP. ”Mudahan BPKP lebih cepat menghitung kerugian negaranya,” harapnya.

Sejauh ini, penyidik sudah selesai memeriksa beberapa saksi. Dari kepala desa, kontraktornya, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). ” Sudah kita periksa semua,” akunya.

Diketahui,  Desa Lunyuk mendapatkan kucuran dana Rp 1,3 miliar. Anggaran pembangunan gedung aula itu mencapai Rp 300 juta lebih. Anggaran sudah habis, tetapi gedung tidak bisa digunakan. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks