alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pembacokan Warga di Moyo Hilir Bermula dari Persoalan Bawang

SUMBAWA-Warga di Dusun Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir dibuat heboh, Sabtu (20/6) pagi. Karena, sejumlah orang menjadi korban penganiayaan di areal pertanian dusun setempat. Penganiayaan ini diduga dipicu karena persoalan jual beli bawang.

Menurut informasi, kasus penganiayaan ini terjadi di areal persawahan Telaga Terong. Berawal dari seorang warga berinisial Ns datang ke lokasi. Tujuannya untuk mencari seorang warga bernama Bunae. Diketahui, Ns adalah pembeli bawang dan Bunae adalah petani bawang. Di lokasi Itu, Ns diduga  mengancam Bunae sambil memegang parang.

Setelah itu Ns menghubungi temannya yang lain. Tidak lama kemudian, teman Ns datang dan menyerang Bunae beserta kedua anaknya, Romansyah dan Anton. Dalam hal ini, Bunae dan Anton berhasil melarikan diri. Sementara Romansyah lari menuju arah Rian Adriawan, warga setempat yang kebetulan berada di lokasi.

Romansyah kemudian bersembunyi di belakang Rian. Namun, Ns dan temannya tetap melakukan penganiayaan dengan menggunakan parang. Sehingga mengakibatkan Rian Adriawan mengalami luka robek pada tangan kanan.

Di lokasi, Rian sempat melarang Ns dan teman-temannya untuk menganiaya Romansyah. Namun hal itu tidak diindahkan oleh para pelaku. Akhirnya, Rian menghindar dan para pelaku mengeroyok korban Romansyah dengan mengunakan parang. Akibatnya, sabetan parang mengenai perut Romansyah.

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut, langsung datang untuk membantu korban. Melihat warga banyak yang datang para pelaku langsung melarikan diri. Warga pun ikut mengejar para pelaku. Karena para pelaku berhasil kabur, warga marah dan merusak mobil pelaku.

Setelah kejadian, korban Rian Adriawan dilarikan ke Puskesmas Moyo Hilir. Sedangkan korban Romansyah di bawa ke RSUP untuk mendapatkan perawatan intensif.

Atas kejadian itu, Wakapolres Sumbawa, Kabag Ops, Kasat Binmas, Kapolsek Moyo Hilir, Kasat Sabhara dan dua pleton personel Dalmas Polres Sumbawa, turun ke lokasi. Setelah diberikan pemahaman, warga akhirnya kembali tenang dan membubarkan diri.

Sementara kepada korban, diarahkan untuk melaporkan kasus ini secara resmi ke polisi. Menurut informasi, diduga hal ini dipicu adanya kesalahan pahaman antara Bunae selaku petani bawang dan Ns sebagai pembeli.

 

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra mengatakan, pihaknya masih memburu terduga pelaku kasus tersebut. “Pelakunya sedang dikejar,” ujar kapolres. (run/jar/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks