alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

Puspa Nature, Produk Lulur asal Sumbawa Mampu Saingi Produk Luar

MATARAM-Kosmetik merek luar negeri menggempur industri kosmetik lokal. Seperti produk kosmetik asal Korea Selatan, Jepang, China, dan lainnya.

Produk lokal juga tidak kalah saing dengan merek luar negeri. Misalnya, kosmetik Puspa Nature asal Kabupaten Sumbawa, NTB. Produk ini berupa masker badan yang berbahan dasar lulur asam Jawa. “Pasar produk ini justru didominasi di luar NTB. Seperti Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Kalimantan. Begitupun para resellernya se-Indonesia,” jelas Windi Dwi Maelani, selaku pemilik produk Puspa Nature.

Dia mengisahkan awal mendirikan industri kosmetik. Itu semua berangkat dari hobi luluran. Akhirnya tercetus ide untuk menjual produk ini. Pabriknya berada di Sumbawa dan mempekerjakan empat orang karyawan dan satu orang spesialis farmasi.

Sebelum Korona, dia mampu memproduksi hingga 1000 pcs dalam sebulan. Kini hanya 500-700 pcs saja. “Omzet pun menurun. Sekitar Rp 7 juta sampai Rp 10 jutaan saja perbulan,” katanya.

Ia mulai menjual produknya sejak 2018 lalu. Menyasar kalangan menengah ke atas dengan harga yang dibanderol Rp 95 ribu per 150 gram.

Dalam waktu dekat akan dihadirkan kemasan 50 gram dengan harga lebih terjangkau. Kemasannya unik. Hasil impor dari negara China. Kotak hingga stiker yang digunakan pun sudah berkualitas premium. Dengan harapan, konsumen lokal bisa mengenal reputasinya sebagai produknya. “Apalagi di Indonesia belum ada pabrik kemasan yang dibuat seperti ini,” katanya.

Dia menjelaskan, produk itu mampu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan wajah, lembut, kenyal, menghilangkan jerawat dan beragam permasalahan kulit lainnya. Kandungannya alami sehingga cocok untuk segala jenis tipe kulit. ’’Sudah sudah mengantongi izin BPOM. Kami bekerja sama dengan pihak asal Yogyakarta menjadikan Puspa Nature menjelma menjadi brand yang cukup terkemuka,’’ terangnya.

“Pemasaran tetap dilakukan di media sosial. Rutin foto model, endorsement, hingga marketplace,” jelas wanita 26 tahun ini.

Saat ini produk Puspa Nature sedang mempersiapkan diri berpartisipasi di pameran online dan offline NTB Mall. Juga sudah menyabet 50 besar finalis Lomba Wirausaha Muda oleh ICSB NTB. Ia berharap, produk-produk lokal bisa kompetitif di pasar Indonesia. Didukung penggunaaannya oleh masyarakat setempat. Sehingga industri tanah air bisa tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing dengan kosmetik impor yang kini lebih banyak menguasai pasar. “Saya harap masyarakat NTB juga lebih gencar menggunakan produk lokal,” imbuhnya. (eka/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks