alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Polisi Musnahkan Sabu dan Miras

SUMBAWA-Puluhan gram sabu dan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis, dimusnahkan Polres Sumbawa kemarin (22/3). Barang bukti tersebut, merupakan hasil pengungkapan polisi sebelumnya.

Pemusnahan yang dilakukan di halaman Kantor Bupati Sumbawa ini dihadiri Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio, Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf. Samsul Huda, Kajari Sumbawa Iwan Setiawan, Ketua PN Sumbawa I Wayan Eka Mariartha dan Asisten III Setda Sumbawa H. Sudirman Malik. Sejumlah tersangka kasus narkoba juga turut dihadirkan dalam pemusnahan itu. Pemusnahan sabu, dilakukan dengan cara dicelupkan ke dalam air. Sementara miras dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu seberat 59,86 gram, bir sebanyak 3.524 botol dan 406 kaleng. Selain itu dimusnahkan pula arak sebanyak 428 botol dan dua jeriken, serta vodka dan miras lainnya sebanyak 33 botol.

Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan, barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan kasus sejak Januari hingga Maret 2019. Untuk kasus narkoba, telah dilakukan pengungkapan sebanyak sembilan kasus. Dengan jumlah 14 orang tersangka. Sementara untuk kasus miras,  pihaknya berhasil melakukan  pengungkapan sebanyak lima kasus. Dengan lima orang tersangka.

Menurut kapolres, banyaknya pengungkapan kasus narkoba dan barang bukti yang diamankan, membuktikan bahwa peredaran narkoba semakin marak. Karena itu, kapolres mengajak semua pihak untuk memberantas narkoba.

“Kami mengajak semua pihak untuk memberantas narkoba. Untuk pencegahan, kami memiliki program seperti pelaksanaan Jumat dan Maghrib Keliling bagi umat muslim, Purnama Keliling bagi umat hindu dan Minggu Keliling bagi umat nasrani,” pungkas kapolres. (run/r3) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks