alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Pesta Sabu, ASN Diringkus Polisi

SUMBAWA-Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa berhasil mengungkap dua kasus narkoba. Salah satu di antaranya melibatkan oknum ASN. Oknum ini ditangkap saat sedang melakukan pesta sabu.

Oknum ASN berinisial DI ini tinggal di Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Ia ditangkap polisi saat sedang pesta narkoba, Sabtu lalu (23/2) sekitar pukul 13.00 Wita. DI ditangkap bersama dua rekannya, YW dan HL. Kedua rekan DI merupakan warga Kelurahan Brang Bara.

Dari tangan pelaku Tim Satres Narkoba Polres Sumbawa yang dibantu Resmob Sat Brimobda NTB mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa empat poket narkotika jenis sabu, empat korek gas, tiga unit handphone, sebuah alat hisap sabu, sekop dan sedotan plastic, dua klip obat transparan serta uang tunai Rp 1,35 juta.

Kapolres yang dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Polres Sumbawa Iptu Faisal Afrihadi mengungkapkan, penangkapan oknum ASN tersebut berawal dari informasi masyarakat. Disebutkan, DI dan dua rekan sedang pesta sabu. Timnya langsung meluncur ke kediaman DI, tempat pesta  sabu itu berlangsung. Tanpa menunggu waktu lama, rumahnya yang terletak di Bukit Pemanto, Kelurahan Seketeng itu digrebeg.

Dalam penggeledahan, tim menemukan sabu beserta alat hisapnya. Ketiganya mengakui jika barang itu milik mereka. Saat itu juga ketiganya digiring ke RSUD Sumbawa untuk dilakukan tes urine. Hasilnya, ketiganya positif menggunakan sabu.

Untuk perannya, DI diduga selain pengguna juga merupakan pengedar sabu. “Ketiganya sudah menjadi target operasi karena pernah diselidiki sebelumnya,” ujar Faisal.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Mereka dijerat pasal pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sehari sebelumnya polisi juga berhasil mengamankan seorang kurir sabu.  Kurir yang diamankan berinisial TH alias Teho, warga Jalan Tongkol, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa. Teho diringkus di Kebun Jagung wilayah BTN Bukit Permai Kelurahan Seketeng, Jumat lalu (22/2).

Faisal mengungkapkan, penangkapan Teho bermula dari informasi masyarakat. Teho diduga kuat kerap melakukan transaksi narkoba. Kemudian Tim Satres Narkoba didukung Resmob Brimobda Polda NTB menindaklanjuti informasi tersebut. Penyelidikan yang dilakukan selama beberapa hari ini membuahkan hasil. Sebuah rumah di kebun jagung yang didiami Teho dikepung dan digrebeg. Tim akhirnya berhasil mengamankan barang bukti berupa tujuh poket sabu. Selain itu juga diamankan barang bukti lain berupa delapan korek gas, handphone, timbangan, alat hisap sabu, gunting, skop plastik dan uang tunai Rp 350 ribu.

Saat diinterogasi, Teho mengaku barang haram itu berasal dari seorang wanita berinisial SE. Saat itu juga tim meluncur ke kediaman SE. Namun dalam penggeledahan tidak ditemukan adanya barang bukti narkotika.

Teho kemudian digiring ke RSUD Sumbawa untuk dilakukan tes urine dan hasilnya positif. Kini tersangka diamankan di Polres Sumbawa guna menjalani proses hukum lebih lanjut. “Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini,” kata Faisal.

Penyidik telah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat tersangka. Yakni pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (run/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks