alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

IISBUD Samawa Rea Sosialisasikan Pencegahan Korona Dengan Pendekatan Budaya

SUMBAWA-Di masa pandemi Covid-19, pemerintah gencar melakukan sosialisasi. Baik pencegahan maupun penanganan. Namun tetap saja ada yang kurang memahami. “Berkaca dari hasil survei kami, tingkat kepatuhan masyarakat memang tinggi di Kabupaten Sumbawa, tetapi masih minim edukasi,” kata Rektor Institut Ilmu Sosial dan Budaya (IISBUD) SAREA Sumbawa Miftahul Arzak saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (24/40.

Karena minim edukasi, sehingga respons masyarakat saat adanya kasus pasien positif, menjadi ketakutan dan bahkan sampai ada yang menolak warga, dari daerah zona merah. “Ini sangat ironis, terutama di masyarakat pedesaan ya,” ujarnya lirih.

Dari fakta tersebut, pihaknya langsung menyusun sebuah strategi. Mengedukasi masyarakat menggunakan pendekatan budaya. Sosialisasi pencegahan dan hal-hal yang berkaitan dengan korona, dengan seni Sakeco. “Warga-warga kita sangat senang mendengarkan seni yang satu ini,” kata dia.

Rektor muda yang akrab di sapa Miftah ini menjelaskan, Sakeco merupakan salah satu bentuk seni yang bersumber dari lawas atau syair khas tau Samawa (penyebutan bagi masyarakat Sumbawa). Media yang digunakan adalah video. “Dari berbasis seni lawas, cara ini dirasakan begitu tepat, sehingga sangat digemari oleh masyarakat Sumbawa,” jelasnya.

Sakeco dimainkan oleh dua orang pria yang merupakan pasangannya dan masing-masing memegang satu rabana (rebana). Rebana yang digunakan adalah bisa Rabana Ode atau Rabana Rango/Rabana Kebo (Rebana Besar).

Semua hal yang berkaitan dengan Sakeco tersebut, merupakan produk asli milik IISBUD SAREA. Karya yang dikemas dalam video ini sengaja dipublikasikan, sebagai penyejuk kegalauan masyarakat menghadapi bulan Ramadan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Semoga seluruh warga dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” terangnya.

Dengan setitik karya ini. Miftah berharap dapat menjadi bagian dari partisipasi dunia pendidikan, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarat, agar warga Sumbawa khususnya dan umumnya di Indonesia. Memahami apa yang menjadi sosialisasi pemerintah saat ini. “Kami juga menyampaikan ini dalam bahasa keseharian, sehingga akan sangat mudah dicerna masyarakat,” tandasnya. (yun)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks