alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Kasus Gigitan HPR Terus Bertambah

SUMBAWA-Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa terus bertambah. Kini kasus gigitan HPS sudah terjadi di 11 kecamatan. Menurut Kabid P2PL Dikes Kabupaten Sumbawa Agung Riyadi, dalam tempo beberapa hari terakhir telah terjadi 7 kasus gigitan anjing. Sehingga saat ini total kasus gigitan HPR menjadi 31 kasus.

“Kasus gigitan HPR ini terjadi di 11 kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Terakhir terjadi di Kecamatan Lunyuk,” Kata Kabid P2PL Dikes Kabupaten Sumbawa Agung Riyadi di ruang kerjanya kemarin (26/2).

Dikatakan, sejauh ini warga yang positif terjangkit rabies sebanyak empat orang. Keempat korban postif ini, berada dalam penanganan dan pengawasan Dikes.

“Mereka sudah mendapatkan vaksin untuk fase kedua. Sekarang tinggal kita berikan vaksin di hari ke 21. Untuk korban yang pertama kali, kita berikan vaksin sekitar akhir bulan ini,” ungkap Agung.

Terhadap ke empat korban positif ini, Dikes tidak menerapkan mekanisme karantina. Tetapi pengawasan di rumah.

“Keluarga sudah kita berikan edukasi, jika ada perkembangan baru, diminta segera menghubungi petugas di puskesmas. Tapi sejauh ini kondisi korban dalam keadaan baik,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya telah mengajukan permohonan tambahan vaksin. Sejauh ini tersisa sekitar 57 vaksin.

“Kami sudah mengajukan permohonan tambahan. Mudah-mudahan nanti malam sudah bisa kami terima,” pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa melalui UPT di setiap kecamatan terus memaksimalkan upaya pengendalian rabies. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan warga.

Petugas terkait menyasar beberapa lahan pertanian warga yang diperkirakan memelihara HPR, khususnya anjing. Sebab tidak jarang pemilik anjing tidak bisa membawa anjing peliharaannya ke posko penanganan rabies untuk dilakukan vaksinasi.

Kemarin petugas dari UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan Labuhan Badas, mendatangi langsung perkebunan warga untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan tersebut.

Alasannya tidak banyak warga yang membawa anjing penjaga kebun mereka ke posko penanganan rabies.

“Tidak seperti hewan peliharaan yang bisa dibawa langsung kesini,” ungkap drh. Fatona Aulia Sari, petugas medik veteriner, yang ditemui usai melakukan vaksinasi di sebuah kebun jagung warga Dusun Kayangan, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, kemarin (26/2).

Selain melakukan vaksinasi tehadap anjing penjaga kebun, lanjut Aulia, juga dilakukan vaksinasi terhadap kucing peliharaan warga. “Hari ini (kemarin, red) kita sudah lakukan vaksinasi di Karang Dima. Anjing sebanyak 29 ekor, dan kucing sebanyak 2 ekor,” jelasnya.

Aulia mengakui, hingga saat ini belum ada kendala selama melakukan vaksinasi terhadap HPR. Sebab selama proses vaksinasi selalu didampingi oleh pemilik HPR, sehingga mempermudah proses vaksinasi. (en/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks