alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Polres Sumbawa Buat Sketsa Wajah Pemerkosa Siswi SMA di Samota

SUMBAWA-Kasus pemerkosaan di kawasan SAMOTA menuai titik terangan. Hasil penyelidikan sementara, penyidik Satreskrim Polres Sumbawa sudah mengantongi ciri-ciri pelaku.

Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra mengatakan sudah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya saksi korban, orang tua korban, dan penjaga kandang yang pertama kali bertemu dengan kedua korban. “Setelah kami melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, ciri-ciri dari dua pelaku sudah kami dapatkan,” ujar kapolres kepada wartawan, Jumat (26/6).

Dari keterangan saksi, ciri-ciri pelaku bertubuh tegap, berambut pendek dan berkumis. Keterangan para saksi terkait ciri-ciri pelaku sama. Nantinya Bagian Identifikasi Polres Sumbawa akan membuat sketsa wajah pelaku.

’’Sketsa ini akan disebarkan ke masyarakat. Jika ada yang melihat orang dengan ciri-ciri seperti itu, diharapkan melapor ke Polres Sumbawa atau polsek terdekat,” imbaunya.

Diketahui, kasus dugaan persetubuhan ini terjadi pada Jumat (12/6) siang. Saat itu, korban YD dan pacarnya Bunga (bukan nama sebenarnya, red) sedang bersantai di pinggir pantai kawasan SAMOTA. Saat sedang berdua, seorang penjaga kandang mendatangi mereka. Untuk menanyakan apa yang mereka lakukan di lokasi itu.

Tidak lama, muncul dua orang lain yang tidak dikenal. Kepada penjaga kandang itu, keduanya mengaku sebagai aparat dan akan memproses kedua ABG itu. Akhirnya, YD dan Bunga dibawa.

Bunga dipisahkan dari sang pacar YD. Kemudian salah seorang pelaku menelanjangi YD dan disuruh ke laut agar tidak melarikan diri. Sementara satu pelaku lain mengancam Bunga dengan parang dan memaksa untuk menyetubuhi siswa salah satu sekolah di Kota Sumbawa ini. Karena takut, Bunga akhirnya menuruti permintaan terduga pelaku itu. Setelah itu, secara bergiliran Bunga disetubuhi oleh dua pelaku itu. (run/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks