alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kelurahan Samapuin Sumbawa, Lingkungan Sehat Asri, Warganya Mandiri

Lingkungan Maras di Kelurahan Samapuin, Kabupaten Sumbawa, tak ubahnya toko segala ada. Lingkungan ini benar-benar komplet. Inovasi warganya seabrek-abrek. Pokoknya dua jempol untuk lingkungan dengan aneka inovasi ini.

————————————————–

 

DATANG pertama kali ke Lingkungan Maras, yang tersaji adalah keindahan. Lingkungan ini benar-benar bersih dan hijau. Sejauh mata memandang, yang terasa sejuk bukan main. Itu kalau di siang hari. Sementara kalau malam sudah menjelang, dingin pun menyeruak.

Dan di banyak titik, saat ini, lingkungan ini juga berhias dan bersolek. Masyarakat secara swadaya menghias lingkungan mereka. Membuat para tetamu yang datang benar-benar betah. Mau berlama-lama. Dan ogah beranjak cepat.

Berada di Kota Sumbawa Besar, Lingkungan Maras juga jauh dari bising. Tak heran, banyak yang sengaja datang ke lingkungan ini saban hari. Sekadar untuk membuang penat setelah rutinitas. Tak kecuali pada masa pandemi. Tentu, ada syaratnya. Menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dipantau badan keamanan yang dibentuk khusus di lingkungan.

Bagaimana bisa Lingkungan Maras seasri ini? Ketua RT 05 RW 05 Lingkungan Maras Juliansyah Putra menuturkan, warga lingkungan ini sudah bisa mengolah sampah kering dari kotoran ayam untuk dijadikan pupuk kompos. Pupuk itu digunakan untuk tanaman di pekarangan setiap rumah.

Warga Lingkungan Maras juga semangat dan menjaga kekompakan. Tertanam kuat jiwa gotong royong untuk menjaga kebersihan. Maka, tatkala ada Lomba Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB, lingkungan ini sudah siap bukan main. Siap 100 persen. Tanpa komando, warga lingkungan setempat membenahi pekarangan, halaman, dan lingkungannya. Menyiapkan diri menuju tatanan hidup baru atau New Normal Life, terangnya.

Juliansyah menyebutkan, pekarangan warga tidak ada yang kosong karena dimanfaatkan untuk tanaman umbi-umbian. Sedangkan pagar halaman dimanfaatkan untuk sayur-mayur sebagai ketahanan pangan. Dan ini bukan baru-baru ini. Tapi sudah lama.

“Kami juga memiliki Posko Covid-19 dengan petugas yang telah dijadwal piketnya sejak mewabahnya Covid-19 beberapa bulan lalu,” katanya.

Sedangkan keberadaan Pos Kamling sejak lama selalu aktif dan tetap ada petugas piket keamanan lingkungan setiap malam.

Di lingkungan ini, terdapat Bale Baca (rumah baca) tempat anak-anak muda di sana belajar dan memperdalam bahasa Inggris. Sementara ada pula rumah baca bagi orang tua di tepi sawah.

Saat ini, setiap malam Jumat, warga lingkungan ini melaksanakan Tahsin Maras. Sebuah tradisi masyarakat Sumbawa yang dilaksanakan secara bergiliran antar rumah. Lingkungan ini juga punya program Pongo Karung (memikul karung) yakni program gotong royong lingkungan.

“Kalau soal kebersihan, lingkungan kami sudah sejak lama menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM,” kata Juliansyah.

Di sana kini ada Keban Maras, yakni kebun sayuran yang dikelolah oleh warga setempat. Jika tak ada aral melintang, dalam waktu dekat, warga juga akan menyiapkan kolam ikan dan apotek hidup.

Sementara untuk keamanan lingkungan, warga juga menyiapkan petugasnya. Sementara untuk memutus permasalahan yang dihadapi warga, sudah pula ada Rumah Mediasi. Menggunakan bagunan kantor keluarahan yang lama. Di sanalah permasalahan yang dihadapi warga diselesaikan dengan penuh kearifan. Sehingga tidak harus ke ranah hukum.

“Selama pandemi ini, warga yang pulang dari luar daerah wajib melakukan isolasi secara mandiri pada masing-masing rumahnya,” katanya.

Oh ya. Lingkungan Maras juga punya Sanggar Seni. Ini adalah panggung bagi warga yang memiliki bakat seni tradisi. Di sana kini sudah ada dua Sanggar Seni yakni “Angin Renas” dan “Beringin Renung.”

Warga lainnya, Sri Wahyuni menambahkan, warga Lingkungan Maras saat ini, terutama yang perempuan, banyak yang menyibukkan diri dengan usaha rumahan atau home industri. Mulai dari membuat kembang, tas, gantungan kunci, dan pot bunga. Kerajinan tersebut memanfaatkan sampah plastik. Sehingga menjadi barang bernilai ekonomis.

“Ada juga yang menggeluti usaha kuliner,” kata Sri Wahyuni. Produk olahan hasil produksi warga lingkungan ini adalah kripik paruh dan aneka jajanan tradisional khas Sumbawa. Produk tersebut biasanya dijadikan oleh-oleh khas Sumbawa.

Oh ya. Lingkungan ini juga punya ara untuk jongging sport. Plus tempat fitnes untuk warganya. Keren bukan…!  (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks