alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

PDP Korona Terus Bertambah, Stok APD di RS Sumbawa Hampir Habis

SUMBAWA-Sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah Manambai Abdulkadir (RSMA) terus mempersiapkan diri. Namun, ada sejumlah masalah yang masih harus dituntaskan. Salah satunya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis. Saat ini di RSMA hanya ada 10 buah APD. Padahal APD paling dibutuhkan dalam penanganan pasien suspect covid-19.

Direktur RSMA dr Arindra Kurniawan mengatakan, kebutuhan APD sangat tinggi. Bahkan setiap harinya, petugas medis di RSMA membutuhkan minimal 16 buah APD.

”Jika ada pengambilan sampel, butuh 16 APD. Kalau tidak ada pengambilan sampel, hanya memeriksa pasien saja, maka dibutuhkan 12 buah APD per hari,” katanya dalam rapat tim gugus tugas penanganan covid-19 di lantai III kantor bupati, kemarin (30/3).

Untuk menutupi kebutuhan APD, RSMA terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Pihaknya juga berupaya memesan APD pada pihak ketiga. Namun dana yang ada diakuinya sangat terbatas. Tak heran pihaknya sampai membuat proposal meminta bantuan kepada beberapa donatur.

“Ada beberapa donatur yang memberi bantuan, seperti dari sebuah perusahaan kosmetik merek Wardah,” ungkapnya.

Perusahaan ini siap mengirim 100 pieces APD. Diharapkan APD tersebut dapat segera tiba di Sumbawa di awal pekan ini.

Untuk mempersiapkan jajaran petugas medis, RSMA juga menggelar pelatihan penanganan pasien. RSMA juga menjamin pemenuhan nutrisi dan gizi bagi petugas yang menangani pasien langsung. Selain itu, manajemen juga memberikan pelatihan mental kepada seluruh petugas medis.

”Penguatan mental perlu dilakukan, agar mereka tidak mundur ketika ada pasien positif covid-19 yang harus dirawat,”  kata Arindra.

Terkait dengan sarana dan prasarana ruang isolasi, RSMA sudah menyiapkan 16 tempat tidur. Peralatan lainnya juga sudah disediakan.

Untuk pemeriksaan pasien dengan rapid test, nantinya akan dilakukan di poli tersendiri. Rapid test dilakukan untuk pasien ODP dan PDP dengan gejala ringan.

“Pemeriksaan harus di poli tersendiri, agar menghindari penularan kepada pasien lain. Dan petugasnya pun akan diberikan APD lengkap,” sambungnya.

Kendala lain yang dihadapi oleh RSMA adalah ketersediaan virus transport media (VTM). Alat ini yang digunakan untuk menampung sampel swab atau darah pasien yang diduga terjangkit covid-19.

“Awalnya kita punya 10 VTM bantuan dari Kemenerian Kesehatan dan provinsi. Saat ini sudah habis,” katanya. Akibatnya jika ada PDP yang baru masuk saat ini, praktis belum bisa diambil sampelnya karena belum ada VTM. Terkait ketiadaan VTM ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemenkes dan provinsi. Selain itu, RSMA juga sudah memesannya di pihak ketiga.

Arindra menambahkan saat ini ada 6 pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSMA. Salah satunya berasal dari Sumbawa Barat. Lima PDP ini sudah diambil sampel swab sebanyak dua kali. Namun sampai saat ini belum ada hasilnya. Hanya PDP pertama sudah ada hasil dan negatif. Namun masih menunggu hasil sampel kedua untuk bisa dinyatakan bebas dari covid-19.

“Kami berharap, laboratorium RS Unram bisa segera difungsikan. ‘Informasi terbaru minggu depan sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Soal regulasi internal yang diterapkan adalah mengurangi kunjungan pasien. Juga screening pasien bisa dilakukan di puskesmas, disarankan tidak dilakukan di RSMA.

Sementara itu Direktur RSUD Sumbawa dr Dede Hasan Basri mengaku telah melaksanakan simulasi memandikan jenazah untuk pasien covid-19. Menurutnya pemakaman harus dilakukan pada jarak 500 meter dari pemukiman.

“Jenazah nantinya dibungkus dan dimasukkan dalam peti. Tempat pemakaman juga tidak boleh dekat dengan air yang digunakan masyarakat,” katanya.

Untuk menangani ODP dan PDP dengan gejala ringan, pihaknya sudah menyiapkan 10 tempat tidur. Saat di RSUD Sumbawa ada 100 APD  dan 40 thermo gun.

”Kami siap menerima pasien bila ada isolasi ringan sampai sedang. Kami sudah siapkan tim untuk tiga shift,” katanya. (far/r4)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks