alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Sehari, 16 Orang Jadi Korban Gigitan Anjing Liar di Sumbawa Barat

TALIWANG-Kasus gigitan anjing liar terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sehari, 16 kasus orang jadi korban gigitan. Sebanyak 15 kasus ditemukan di Kota Taliwang. Tambahan satu kasus di Kecamatan Brang Rea.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) KSB H. Tuwuh mengatakan, kasus gigitan anjing liar ini patut diwaspadai, karena dalam satu hari ada belasan korban. ’’Kasus ini baru kali pertama terjadi di KSB. Sebelumnya KSB bebas dari rabies,’’ sebut dia, Rabu (30/3).

Kasus gigitan anjing di Taliwang terjadi di beberapa desa, Selasa (29/3). Lima kasus di Kelurahan Sampir, empat kasus di Kelurahan Menala, dua kasus di Desa Seloto, satu kasus di Kelurahan Kuang, satu kasus di Desa Temekan, dan satu kasus di Desa Seminar Salit Taliwang. Sementara di Kertasari, kasusnya terjadi di Taliwang.

Saat ini, para korban sudah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Taliwang. Selain itu, petugas kesehatan juga langsung memberikan vaksin anti rabies (VR). ’’Penanganan cepat sudah kita lakukan, termasuk para korban langsung diberikan vaksin mencegah kemungkinan adanya rabies,’’ katanya.

Pemerintah saat ini juga telah membuka posko kewaspadaan dini rabies. Meski hasil uji laboratorium belum keluar, sambung dia, pemerintah tidak ingin gegabah dalam menangani kasus ini. ’’Kita sudah buka posko di Puskesmas Taliwang. Mungkin ada warga yang belum sempat melapor karena kasus gigitan anjing bisa langsung ke sana. Kita juga membuka posko pengaduan dan layanan selama 24 1×24 jam,’’ jelasnya.

Baca Juga :  AMMAN Raih Penghargaan Atas Inisiatif Tangani Masalah Stunting di KSB

Kgigitan anjing ini cukup bervariasi. Rata-rata korban diserang secara agresif. Beberapa di antara para korban digigit pada bagian kaki, punggung, bahkan di wajah. Anjing liar ini juga menyerang dan mengejar para pengendara. Selain itu, para korbannya juga sebagian besar anak-anak. ’’Kasus ini menjadi atensi khusus,’’ tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian KSB Suhadi menjelaskan, sampel kasus gigitan anjing liar tersebut sudah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. ’’Ada beberapa sampel sudah kita ambil dan diantarkan langsung ke laboratorium untuk diperiksa,’’ katanya.

Dia belum bisa memastikan apakah kasus gigitan anjing ini ada kaitannya dengan rabies. Namun pihaknya meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

’’Kita tunggu hasilnya dulu. Mungkin besok sudah ada, karena kita sendiri yang ngantar. Kalau dikirim itu agak lama,’’ tegasnya.

Suhadi juga mengaku, untuk mengantisipasi kasus itu kembali terjadi, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Termasuk meminta kepada lurah/kepala desa untuk menghimbau kepada masyarakat tetap waspada, sambil menunggu hasil uji lab dari sampel yang dikirim.

Baca Juga :  Maling Handphone, Dua ABG Diamuk Dimassa

’’Suratnya sudah ditandatangani Pak Wabup, meminta masyarakat waspada dan juga kita minta bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing maupun kera untuk sementara waktu baiknya diikat (karantina) selama dua minggu,’’ jelasnya.

Karantina sangat penting untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan. ’’Dari cara dan gigitan yang ditemukan pada korban, sudah sepatutnya kita meningkatkan kewaspadaan,’’ tegas dia.

Suhadi mengaku, sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut. Mereka belum bisa memastikan apakah kasus ini bersumber dari luar atau muncul di KSB sendiri. ’’Kita akan lakukan pengambilan sampel di beberapa tempat kejadian. Termasuk melakukan investaigasi, terkait kemungkinan asal kasus ini,’’ katanya.

Berdasarkan data bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian KSB, total populasi anjing saat ini mencapai 7.981 ekor.

’’Anjing berpemilik (pelihara,red) itu mencapai 3.434 ekor, sementara tidak berpemilik atau liar mencapai 4.547 ekor. Dari jumlah itu, 5.504 ekor sudah divaksin,’’ rinci dia. (far/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/