alexametrics
Sabtu, 5 Desember 2020
Sabtu, 5 Desember 2020

Inovasi Menyulap Lahan Kosong Jadi Taman Indah dari Sumbawa Barat

Desa Mura, Desa Menemeng, dan Kelurahan Arab Kenangan adalah juara Kampung Sehat di Sumbawa Barat. Dua desa dan satu kelurahan ini pun optimistis bakal bisa menyabet juara di tingkat provinsi. Apa yang diandalkan? Dua desa dan satu kelurahan itu rupanya punya satu kesamaan. Yakni, membuat inovasi dengan menyulap lahan kosong menjadi taman yang indah dan asri.

———————–

 

PARTISIPASI masyarakat untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat cukup tinggi di Sumbawa Barat. Jangan heran kalau mereka pun berduyun-duyun bergotong royong membersihkan, menghijaukan, hingga merawat lingkungannya.

Itulah yang terjadi di Desa Mura, Desa Menemeng dan Kelurahan Arab Kenangan. ”Lahan kosong hingga di gang-gang yang ada di dua desa dan satu kelurahan itu pun penuh dengan tanaman. Jadi kelihatan asri,” kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono.

Maka, jadilah tak ada lahan kosong yang ditelantarkan di dua desa dan satu kelurahan pemenang tersebut. Jadinya, lingkungan yang dahulunya kumuh kini dapat dimanfaatkan masyarakat. Masyarakat menjadikannya area berkumpul. Area perjumpaan.

”Tempat itu dibuat nyaman. Sehingga,masyarakat dari luar desa itu merasa nyaman datang ke tempatnya,” ujarnya.

Bahkan kini, lahan-lahan kosong tersebut bernilai ekonomis. Warga bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk berjualan. ”Semakin banyak yang berkunjung, para pedagang makin laris,” jelasnya.

Ketika sudah dirasakan manfaatknya, masyarakat semakin giat untuk menyulap lahan kosong yang dimiliki lebih modern. Cara itu untuk mengundang warga Sumbawa Barat untuk datang ke wilayah mereka. ”Dengan begitu, kampung mereka selalu bersih dan asri,” kata dia.

Tak hanya itu, masyarakat juga memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanam sayur-sayuran.”Teknis penanamanya secara hidroponik,” ujarnya.

Sudah pasti, ada andil pemerintah desa dan kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri tersebut. Tapi, masyarakat juga melakukan penggalangan dana secara swadaya. Sesama mereka urunan. ”Partisipasi masyarakat itulah yang kita andalkan sehingga desa tersebut bisa berkompetisi di tingkat provinsi,” ungkapnya.

Ditegaskan Kapolres, Pemerintah Kabupaten juga mensuport pelaksanaan Lomba Kampung Sehat. Selain mensuport dari segi anggaran, Pemda KSB juga melibatkan sebanyak 750 personel. ”Mereka digerakkan pemda untuk membantu program kampung sehat,” jelasnya.

Di sisi lain, masyarakat memang fokus menjaga kebersihan dan keasrian desa karena penilaian terhadap kesehatan cukup tinggi.

 

Mulai Petik Hasil

 

Kini, output pelaksanaan Lomba Kampung Sehat sangat dirasakan masyarakat desa. Terutama dalam peningkatan ekonomi kesehatan masayarakat di masa pandemi. ”Program yang digagas Kapolda NTB ini sangat positif. Berdampak langsung ke masyarakat. Ini saya dengar dari masyarakat langsung,” kata Kapolres.

Begitu juga dari segi keamanan. Masyarakat desa tetap menjalankan ronda malam. Kegiatan tersebut tetap dikoordinasikan dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas masing-masing desa.

Kegiatan itu sangat dirasakan. Masyarakat desa dan kelurahan merasa aman dan nyaman. “Angka kriminalitas di desa itu menurun,” katanya.

Dari segi kelembagaan, melalui Kampung Sehat itu masyarakat menjadi lebih paham mengenai kelembagaan. Mereka bisa berorganisasi dalam mewujudkan desanya lebih produktif.

Sebelumnya, kegiatan di masyarakat tidak terorganisir. Dengan mengikuti lomba ini mereka seluruh masyarakat bisa dirangkul supaya terlibat dalam setiap program yang dijalankan desa. (arl/r6)

 

Optimisme dari Bumi Pariri Lema Bariri

 

Segudang inovasi menjadikan dua desa dan satu kelurahan di Sumbawa Barat optimistis akan mampu menjadi juara di tingkat provinsi.

 

  • Masyarakat menggalang dana secara swadaya untuk membenahi lingkungan dan pemukiman mereka.
  • Memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan taman.
  • Setelah jadi taman, ditata lagi dan dijadikan sebagai destinasi wisata lokal.
  • Masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi karena banyak wisatawan lokal yang datang berkunjung.
  • Perkampungan jadi hijau, karena pekarangan rumah warga ditanam sayur-sayuran melalui sistem hidroponik.
  • Angka kriminalitas rendah karena warga rutin ronda malam.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tak Masuk Prioritas, Jatah Vaksin Korona untuk NTB Belum Pasti

Kementerian Kesehatan memastikan Vaksin Covid-19 gelombang pertama akan mulai didistribusikan pertengahan Januari 2021. Hanya saja, berapa jatah vaksin untuk NTB, hingga kemarin (3/12) masih belum pasti.

Butuh Rp 300 Miliar untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih

KEMENTERIAN Riset dan Teknologi (Ristek)/BRIN terus mendorong percepatan pengembangan vaksin Merah Putih. Kemarin (3/12), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI) mendapat Surat Keputusan (SK) terkait Pelaksana Harian Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19). 

Korona Mulai Reda, Perguruan Tinggi di NTB Pede Kuliah Tatap Muka

Perguruan tinggi di NTB mulai merespons kebijakan terbaru pemerintah pusat mengenai kuliah tatap muka yang bisa digelar pertengahan Januari tahun depan. Wakil Rektor (WR) I Unram Agusdin menjelaskan, kendati kebijakan tersebut diberlakukan pada awal tahun, namun kampus memulai perkuliahan semester genap pada Februari.

Pengamat : Nadi Bisa Kalahkan Joda

Paslon H Najmul Akhyar- H Suardi (Nadi) dinilai memiliki kans lebih besar untuk memenangkan pilkada Lombok Utara dibandingkan pesaingnya Djohan-Danny (Joda),           ”Nadi punya kekuatan yang tidak dimiliki Joda,” ujar Pengamat Politik NTB Dr. Kadri kepada Lombok Post, kemarin (4/12).

Koalisi Rapatkan Barisan, Survei PRESISI Sebut JODA Ungguli NADI

Partai politik (parpol) koalisi paslon Djohan Sjamsu dan Danny Carter Febriyanto Ridawan (Jadi) akan merapatkan barisan menuju pemenangan Joda, pada pilkada Lombok Utara, 9 Desember, mendatang.

Parpol Pengusung Tidak Kendorkan Mesin, Kawal Pemenangan NADI di KLU

Pada hari-hari terakhir kampanye, partai politik pengusung paslon Najmul Akhyar dan Suardi (Nadi) terus memacu mesin partai. Seluruh perangkat partai digerakkan untuk memastikan kemenangan pasangan Nadi. Paslon Nadi didukung sejumlah parpol. Seperti Partai Nasdem, PBB, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Hanura dan Gelora.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks