Jumat, 31 Maret 2023
Jumat, 31 Maret 2023
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Tentang :

Dapodik

Jatah DAK Fisik Pendidikan 2023 untuk Loteng Anjlok, Ini Penyebabnya

Lengkap sudah penderitaan yang akan dirasakan lembaga-lembaga pendidikan di Lombok Tengah. Tahun ini, dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehab sekolah anjlok. Salah satu penyebabnya, karena data pokok pendidikan (dapodik) yang amburadul.

Disdik Loteng Ingin Hasilkan Dapodik Berkualitas

Langkah yang dilakukan dinas dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan manajemen Dapodik pertengahan bulan ini. Kegiatan menyasar seluruh operator Dapodik sekolah di Loteng. ”Teman-teman operator Dapodik SD dan SMP ini kami berikan bimtek, dengan narasumber berkompeten yang langsung dari pihak kementerian,” jelas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Lombok Tengah (Loteng) Lalu Rupawan Joni, Senin (23/1).

BPMP NTB Tingkatkan Kualitas Dapodik

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB terus berupaya meningkatkan kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Salah satu caranya dengan Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Kualitas Data NTB Tahun 2022. ”Data akurat dan terbarukan menjadi syarat utama keberhasilan dari sebuah program atau kebijakan,” terang Kepala BPMP NTB H Muhammad Irfan, Minggu (18/12).

BPMP NTB Dorong Peningkatan Kualitas Data Satuan Pendidikan

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB menyelenggarakan Diseminasi Pemanfaatan Dapodik Tahun 2022. Kegiatan ini dalam rangka mendorong satuan pendidikan meningkatkan kualitas data.  

4.292 Guru Honorer di Lotim Diusulkan Jadi PPPK

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim mengusulkan 4.292 guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah guru yang telah divalidasi datanya.

Isi Dapodik, Disdik Kota Mataram Ingatkan Sekolah Harus Jujur!

Kepala Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram M Taufik mengatakan, untuk anggaran DAK fisik tahun ini jauh menurun, dibandingkan tahun lalu. Penurunan mencapai Rp 10 miliar lebih. Kondisi ini dipicu lantaran sekolah tidak jujur mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). ”Banyak sekolah kita yang menyatakan dirinya baik dan lengkap dari segala hal untuk mengejar akreditasi, padahal riil di lapangan, tidak seperti itu,” ungkap dia.

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks