alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Sudah 100 Hari, Apa Kabar Program Djohan-Danny?

TANJUNG-Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan menyampaikan capaian masa 100 hari kerja, Rabu (30/6). Penyampaian itu merupakan komitmen daerah pada masyarakat dalam memberikan solusi. Dirinya berharap, hal tersebut tidak hanya dilihat dari konteks penanganan RTG saja, namun juga hal lainnya.

”Sesuai dengan visi dan misi bangkit menuju kabupaten yang inovatif dan rilegius,” ujar dia.

Melalui visi dan misi tersebut, Djohan berharap dapat mewujudkan pemerintahan yang baik. Selama 100 hari kerja, ada empat program yang dijalankan. Yakni Memaraq, Merikeq, Pelayanan Prima, dan Pariwisata Bangkit. Program Memaraq merupakan wadah komunikasi dua arah antara pemda dan masyarakat. Melalui program ini pemerintah menyampaikan program dan menyerap aspirasi masyarakat.

”Memaraq ini kami sampaikan dengan berbagai cara, seperti kunjungi rumah ibadah, kelompok agama, kunjungan ke pasar, dan RSUD untuk mengetahui secara persis pelayanan yang diberikan pada masyarakat,” jelas politisi PKB ini.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Sasar Pelaku Wisata di Lombok Utara

Sedangkan untuk Merikeq atau memperbaiki, Djohan mengakui pembangunan RTG belum tuntas. Masih ada 18 ribu KK yang belum memiliki RTG.

Meski begitu, Merikeq yang berhasil terjadi pada sektor pertanian. Seperti rehabilitasi irigasi tersier mulai dari Pemenang, Tanjung, Gangga, dan Kayangan. Kemudian rehabilitasi embung di dua titik di Kecamatan Kayangan, hingga perpompaan di dua titik di Kayangan dan Bayan.

”Sasaran kita, harus bisa menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Kalau UMKM terpuruk karena Covid maka kami ingin sektor ini dibangun dan perbaikan kedepan mampu menopang kehidupan di KLU,” tegas dia.

Pada program Pelayanan Prima, pihaknya fokus pada inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Seperti PSC 119 Lombok Utara berbasis android dan emergency call center, maklumat pelayanan di setiap BLUD, Si Mantap di Puskesmas, layanan cetak Adminduk di Puskesmas, dan lainnya.

Baca Juga :  Pemkab KLU Beri Subsidi Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Kecil

Terakhir adalah program Pariwisata Bangkit. Djohan mengatakan, kondisi pariwisata karena pandemi sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Pariwisata KLU terpuruk akibat tidak adanya wisatawan yang datang.

Meski begitu beberapa upaya dilakukan untuk membangkitkan pariwisata. Diantaranya membentuk forum bersama antara pemda bersama pelaku wisata hingga branding objek wisata prioritas. Saat ini pemda tengah mengembangkan wisata desa.

”Termasuk juga membersihkan jalan menuju destinasi wisata,” tandas dia.

Sementara itu, Koordinator 100 Hari Kerja Evi Winarni mengatakan 100 hari kerja merupakan bagian dari penyampaian visi misi pimpinan daerah. Artinya, penanggung jawab penuh program tersebut adalah seluruh perangkat daerah.

”Bupati dan wakil bupati memberikan arahan garis besarnya apa yang harus dilakukan untuk mencapai visi misi itu,” tutup dia. (fer/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/