alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung

TANJUNG-Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Utara. Tepatnya di Dusun Tanak Bisa, Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Parahnya, pelaku pencabulan anak di bawah umur adalah ayah kandung korban sendiri. Aksi bejat pelaku kemudian dilaporkan paman bersama neneknya ke Polsek Bayan.

“Kami bersama Polsek Bayan sedang menangani kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh pelaku yang tidak lain adalah ayah kandung korban sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Kadek Metria kemarin (1/7).

Metria mengungkapkan, kasus pencabulan ini terjadi Selasa lalu (18/6) sekitar pukul 21.00 Wita di rumah nenek korban di Dusun Tanak Bisa, Desa Senaru Kecamatan Bayan. Pelaku yang berinisial IF, 34 tahun, mencabuli anak kandungnya sendiri, saat korban tengah tertidur.

Saat kejadian korban tengah tidur di tempat tidur milik IF usai mengaji. IF kemudian diduga meraba bagian sensistif korban. Bahkan hingga memasukkan jari ke alat vital korban. Untungnya korban terbangun dan sontak berteriak memanggil neneknya.

Namun pelaku menarik mukena yang dikenakan korban dan menampar pipi kanannya. Saat itu korban sempat melawan dengan menendang pelaku. Korban kemudian berhasil melarikan diri dan berlindung pada sang nenek serta pamannya.

“ Saat itulah korban lalu menceritakan kejadian yang dialaminya,” tandasnya.

Setelah mendengar keterangan korban, nenek dan paman korban langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa mukena, celana dan baju gamis yang dikenakan korban saat kejadian dan barang bukti lainnya.

“Pelaku sudah kita amankan sehari setelah paman korban bersama neneknya melaporkan kasus ini ke Polsek Bayan,” sambungnya.

Metria menambahkan, pelaku dapat dikenakan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak. Yakni Pasal 76E jo pasal 82 ayat 1 dan ayat 2  UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak..

“Hukuman paling lama 15 tahun penjara,” tutupnya. (fer/r4)     

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks