alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Kasus RTG di Lombok Utara Diselesaikan dengan Mediasi

TANJUNG-Polres Lombok Utara memberikan atensi khusus terhadap pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Sejauh ini, sudah lima kasus RTG yang diproses.

“Alhamdulillah bisa diselesaikan dengan damai,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP Elyas Ericcson, kemarin (2/3).

Kata dia, ada beberapa laporan yang masuk terkait RTG. Laporan tersebut berasal dari hampir semua kecamatan di Lombok Utara.

“Ada di Pemenang, Tanjung, dan Gangga,” aku dia.

Rata-rata laporan tersebut, aku Elyas, sudah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak. “ Ada lima kasus yang sudah terselesaikan,” aku dia.

Elyas menjelaskan, teknis penyelesaiannya yakni kedua belah pihak dipertemukan dan dimediasi. Namun jika dalam mediasi, tidak ada kata sepakat, pihaknya akan melanjutkan secara hukum.

Baca Juga :  Tangani Covid-19, Pemkab Lombok Utara akan Geser Anggaran Rp 40 Miliar

“Ternyata perjalanannya bisa selesai cukup ditingkat mediasi saja. Mereka (aplikator) sepakat mengerjakan lagi yang belum selesai itu,” jelas dia.

Dari lima kasus tersebut, kata Elyas, ada satu yang mediasinya berjalan cukup alot. Yakni kasus RTG di Dusun Tempos Kujur, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Di sana ada 10 RTG yang baru dikerjakan, namun yang tuntas hanya 50 persen.

“Aplikatornya sempat tidak mau tanggung jawab karena uangnya dibawa kabur. Akhirnya kita tangkap,” ungkap dia.

Reskrim kemudian melakukan mediasi antara fasilitator, aplikator, dan pokmasnya. Pada  akhirnya aplikator sepakat melanjutkan kembali pembangunan RTG tersebut.

Ia menambahkan, mediasi ini ditempuh mengingat warga ingin RTG mereka bisa rampung. Elyas berterimakasih pada kades yang ikut membantu mediasi tersebut.

Baca Juga :  Diajak Bahas Pemotongan Pokir, 27 Dewan KLU Tak Hadir

“Saya berpesan kepada aplikator agar menyelesaikan kerjanya,” kata Elyas. (fer/r4)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/