alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

KLU Buka Peluang Kerja Sama dengan Daerah Lain Untuk Penuhi Produk Ekspor ke Malaysia

TANJUNG-Kabupaten Lombok Utara (KLU) membuka diri terhadap daerah lain yang ingin menjalin kerja sama ekspor. Khususnya kerja sama ekspor ke Malaysia.

“Permintaan produk oleh Malaysia cukup banyak, kalau KLU tidak bisa memenuhinya, kita bisa bekerja sama dengan daerah lain,” ujar Bupati KLU H Najmul Akhyar usai menerima delegasi Kerajaan Terengganu Malaysia, Jumat lalu (1/3).

Ia menuturkan, pihak Malaysia tidak perlu khawatir KLU tidak bisa memenuhi produk yang diinginkannya. Produk tersebut bisa diambil dari daerah lain. Bahkan tidak hanya dari kabupaten/kota di NTB, pihaknya juga bisa menjalin kerja sama dengan daerah lain di luar NTB

Ia melanjutkan, sebagai Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dirinya sudah berkomunikasi dengan banyak bupati terkait hal ini. Pihaknya juga memperkenalkan beberapa tamu yang datang dari Jepang dan Jerman ke APKASI.

“Di semua kabupaten memang sudah ada prinsip untuk kerjasama ekspor dengan cara saling membantu,” jelasnya.

Salah satu contoh adalah produk kelapa. Di KLU dalam sehari bisa dikirim hingga 8 fuso kelapa. Jika satu fuso mengangkut 8 ribu butir kelapa, artinya ada sekitar 16 ribu ton kelapa diekspor dalam satu hari. Namun jika kebutuhan ekspor lebih besar dari jumlah tersebut, produk kelapa ini masih bisa dikirim oleh daerah lain.

Menurut bupati, untuk memenuhi kebutuhan ekspor tersebut, perlu sejumlah persiapan. Salah satunya mempersiapkan UMKM atau perusahaan yang siap memenuhi permintaan, khususnya dari Malaysia. Pemkab sudah melakukan pelatihan ekspor-impor terhadap sejumlah UMKM. Dalam pelatihan tersebut, diundang sejumlah tenaga ahli yang mengajarkan bagaimana proses ekspor impor.

“Mereka diajarkan pula menganalisis harga, atau biaya operasional sehingga bisa mengkaji sendiri apakah ekspor itu menguntungkan atau tidak,” tandasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks