alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Destinasi Gunung Malang Pusuk Kembali Ditata

TANJUNG– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan penataan destinasi wisata Gunung Malang Pusuk, kemarin (3/5). Penataan tersebut untuk menjamin kenyamanan wisatawan yang datang.

“Sekaligus juga sebagai tanda KLU siap menerima kedatangan wisatawan,” ujar Kepala Disbudpar KLU Vidi Eka Kusuma kemarin (3/5).

Ia menuturkan, pascagempa lalu, banyak destinasi wisata yang terdampak dan membutuhkan perhatian. Karena itu pihaknya mulai melakukan pembenahan. Hal ini sebagai tanda KLU sudah pulih dan siap menerima wisatawan.

“Bupati sudah menginstruksikan agar Disbudpar memperbaiki semua destinasi wisata yang rusak,” ujarnya.

Ia mengatakan, kawasan Gunung Malang Pusuk banyak dikunjungi warga. Terutama yang melintasi jalan Pusuk. Kebanyakan dari mereka berhenti untuk menikmati keindahan yang disuguhkan destinasi tersebut.

“Di kawasan ini biasa dijadikan tempat istirahat sambil menikmati pemandangan laut tiga gili,” sambungnya.

Sebelum gempa tahun lalu, Disbudpar sudah menyediakan tempat istirahat berupa berugak. Namun setelah gempa, fasilitas tersebut mengalami kerusakan. “Fasilitas inilah yang kita perbaiki kembali,” ujarnya.

Di lokasi ini Disbudpar juga telah menyediakan spot swafoto. Namun pascagempa lalu, kondisi spot tersebut sudah tidak layak, bahkan tidak memenuhi standar keselamatan. Akhirnya spot tersebut dirobohkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Vidi mengatakan, ke depan pihaknya akan membangun menara pandang. Sehingga pengunjung bisa memantau alam dari lokasi tersebut. Nantinya pembangunan menara tersebut dilakukan secara bertahap.

Terpisah, Kabid Destinasi Disbudpar Bratayasa mengatakan, penataan destinasi Gunung Malang dianggarkan menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Anggarannya sebesar Rp 470 juta, di mana pencairannya masih dalam proses.

Perencanaan kawasan ini diakui sudah final. Namun pihaknya perlu kajian terhadap tekstur tanah di kawasan ini. Sehingga dapat diketahui kapasitas maksimal pengunjung yang bisa ditopang.

 “Keamanan kawasan ini, termasuk dari kemungkinan longsor, perlu kita antisipasi juga,” pungkasnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks