alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Setahun Berlalu, Masih Ada Korban Gempa Lombok Tinggal di Huntara

TANJUNG-Raut kecewa terlihat di wajah Mukhtar Rahim, salah satu korban gempa di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung. Betapa tidak, lebih dari setahun pascagempa, dirinya belum juga mendapat bantuan rumah.

“Padahal nama saya yang pertama disebut akan mendapat bantuan rumah saat itu,” kenang Mukhtar, saat dikunjungi Lombok Post kemarin (3/3).

Mukhtar masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun di lahan bekas rumahnya yang hancur. Huntara tersebut terlihat sangat miris karena hanya berdinding terpal. Bahkan untuk menutupi bagian yang tidak dijangkau terpal, Mukhtar menggunakan spanduk sisa.

“Saya hanya dapat bantuan seng saja dari pemerintah,” ungkap dia.

Di musim hujan seperti saat ini, Mukhtar bersama keluarganya tidak bisa tinggal dengan nyaman. Ketika hujan lebat, air dengan mudah merembes masuk ke dalam huntara. Ia pun hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut.

Tidak hanya itu, Mukhtar juga kecewa karena status kerusakan rumahnya berubah. Rumahnya yang rusak berat tiba-tiba berganti status rusak ringan. Padahal sudah tidak ada bagian rumah yang bertahan pascagempa selain lantai yang menjadi pondasi huntara yang ditinggalinya saat ini.

“Pokoknya saya mau ini dikembalikan ke rusak berat,” tegas dia.

Mukhtar mengaku sudah mengadukan hal ini pada pemerintah. Namun hingga saat ini belum ada kepastian. Ia bahkan mengaku tidak tahu dirinya masuk dalam SK berapa.

“Kami sekeluarga berharap segera bantuan untuk kami direalisasikan,” tandas dia.

Anggota DPRD Lombok Utara Dapil Tanjung Artadi membenarkan kondisi warganya tersebut. Rumah Artadi memang tak jauh dari huntara yang ditinggali Mukhtar.

Kata dia, masih banyak warga yang kodisinya mirip dengan Mukhtar. Mereka harus tinggal di huntara yang tidak layak untuk ditempati.

“Apalagi di musim hujan ini, huntara mereka tentu banyak yang bocor atau tergenang,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, banyak warga yang status bantuan RTG-nya berubah. Ada beberapa data rumah yang seharusnya masuk rusak berat, berubah di SK baru menjadi rusak ringan. Namun hal itu, kata Artadi, sudah disampaikan pada BPBD Lombok Utara.

“Perbaikan itu sedang dilakukan. Tapi kami ingin agar penerima bantuan itu benar-benar dikategorikan sebagai rusak berat,” tandasnya.

Politisi Gerindra itu mendorong BPBD lebih memperhatikan sinkronisasi data penerima bantuan RTG. Sehingga tidak ada lagi komplain warga ketika SK dikeluarkan.

“Atau ada warga yang belum masuk di SK hingga ada perubahan kategori dari rusak berat ke ringan,” kata dia. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks