alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Terhimpit Ekonomi, Gantung Diri di Pohon Kakao

TANJUNG-Warga Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dihebohkan dengan penemuan jenazah, Sabtu lalu (3/8). Korban Sadi alias Amin, 52 tahun, warga setempat, ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri sekitar pukul 06.00 Wita.

Kapolsek Gangga AKP I Gusti Lanang membenarkan kasus dugaan gantung diri tersebut. Jenazah Sadi pertamakali ditemukan sang istri, Maniah, 33 tahun, dalam keadaan tergantung  di pohon kakao di depan rumah mereka.

Menurut Lanang, berdasarkan informasi warga sekitar, sebelum ditemukan gantung diri, korban sempat bertengkar dengan istrinya pada Jumat malam (2/8) sekitar pukul 19.30 Wita. Korban yang tengah ribut bersama istrinya merusak dinding rumah yang terbuat dari spandek.

 “Keduanya sempat dilerai orang tua korban Sanijah,” katanya.

Lanang mengaku, kuat dugaan korban bunuh diri. Sebab tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga menolak korban divisum. Mereka menerima kematian korban.

“Kami sudah minta buat surat pernyataan,” pungkasnya.

Sementara itu, Maniah mengatakan, penyebab pertengkaran tersebut dikarenakan masalah ekonomi. Ia meminta uang untuk kebutuhan sekolah anaknya, namun Sadi saat itu tidak memiliki uang. Dalam cekcok tersebut, Maniah kemudian melemparkan batu bata ke dinding rumah yang terbuat dari spandek itu, hingga hancur.

“Sesudah salat isya saya tidur, besok pagi-pagi saya bangun, dan saya pergi ke kamar mandi. Saat itu saya lihat bapak gantung diri. Kakinya saya peluk, sambil menangis. Lalu saya minta tolong tetangga,” pungkasnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks