alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Belajar Tatap Muka, KLU Masih Wait and See

TANJUNG– Hingga saat ini KLU belum menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sementara ini, masih dilakukan dari rumah dengan pola kelompok belajar dan diajari guru terdekat.

”Kita masih wait and see. Siswa masih belajar di rumah dengan pola lima anak diajari guru terdekat selama dua kali seminggu,” jelas Kepala Dikpora KLU Fauzan Fuad, Senin (3/8/2020).

Kata dia, siswa satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru-guru mereka akan datang mengajar langsung ke rumah. Untuk biaya transportasi guru selama pandemi, diatur dari Dana BOS.

”Baik yang honor maupun PNS, sekali ngajarnya itu tergantung kebijakan kepala sekolah, karena kita tidak bisa mengintervensi itu,” jelas pria bergelar doktor pendidikan itu.

Sejauh ini yang sudah mulai melakukan tatap muka hanya di madrasah dan pondok pesantren. Itu disarankan di SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri. Yakni Mendikbud, Menkes, Menag, dan Mendagri

”Ada SK dari bupati dan kepala daerah, kemudian ada rekomedasi dari Dikbud atau Kemenang karena madrasah,” jelas Fauzan.

Pihaknya juga mencermati keperluan fasilitas pendukung di sekolah jika ingin memberlakukan tatap muka. Mulai dari hand sanitizer, sabun cuci tangan, masker, dan lainnya.

”Kalaupun persyaratan itu semua sudah oke, tapi orang tua tidak mengizinkan, juga tidak bisa,” sambung dia.

Ia melanjutkan, sebab itu perlu dilakukan diskusi kembali terkait masuk sekolah. Ia tidak menampik jika banyak orang tua yang ingin anak mereka sekolah kembali. Namun ada juga yang tidak.

”Sekolah sudah siap, hanya saja unsur kehati-hatian ini yang masih kita kaji. Jangan sampai ada satu yang OTG terus dia bergaul dengan teman-temannya, itu kan bahaya,” jelas mantan sekretaris Bappeda KLU itu .

”SOP untuk new normal sudah kita siapkan,” imbuhnya. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks