alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Retribusi Sampah KLU Baru Terealisasi 27 Persen

TANJUNG-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum bisa berbuat banyak mengenai penanganan persampahan. Sejak awal tahun hingga saat ini, retribusi dari jasa pelayanan sampah baru mencapai Rp 333 juta.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Persampahan DLH Lombok Utara Vian Hendrayadi mengatakan, itu baru 27 persen dari target. Retribusi jasa pelayanan sampah diditarget Rp 1,2 miliar.

”Persentase ini masih sangat jauh,” ujarnya, Kamis (4/8).

Dikatakannya, ada banyak faktor yang membuat minimnya pendapatan. Diantaranya pariwisata yang baru bangkit. Selain itu kesadaran masyarakat mengenai jasa pelayanan sampah harus terus ditingkatkan.

”Jumlah ini memang masih jauh makanya saya kira ini tidak akan bisa terkejar sesuai target,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya berencana menurunkan target di APBD Perubahan mendatang. Meski minim, namun persentase tersebut lebih baik ketimbang 2021 lalu.

Baca Juga :  Honor Tenaga Kontrak Dipotong Mulai Januari

Pada 2021 lalu, capaiannya hanya Rp 276 juta dari target Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada 2020 lalu, realisasinya hanya di angka Rp 294 juta. Nominal yang sudah terkumpul tahun ini diharapkan bisa naik lagi hingga akhir tahun.

”Tahun 2020 kita juga minta penurunan target retribusi jadi Rp 300 juta. Tahun 2021 penurunan target retribusinya sekitar Rp 250 juta,” jelasnya.

Dibeberkan Vian, tidak semua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola TPS3R bekerja sama dengan UPT Persampahan DLH. Mayoritas pendapatan yang paling tinggi dari KSM paling banyak berasal dari KSM Gili Tramena.

Namun sejumlah hotel belum stabil lantaran pandemi masih terasa dampaknya. Bulan ini saja KSM di Gili Air hanya menyetor Rp 6 juta. Hal ini diperparah lantaran dari 200 ribu lebih warga KLU, hanya sekitar 4 ribu Kepala Keluarga (KK) yang menjadi pelanggan.

Baca Juga :  Mengapa Djohan Ngotot Bangun Kantor Bupati Tahun Depan?

”Artinya ini cuma lima persen saja,” katanya.

Mengenai tenaga di UPT Persampahan, menurutnya hal ini berbanding lurus dengan ketersediaan armada. Penduduk membuang sampah koefisiennya sebanyak 0,4 kilogram. Itu merupakan jumlah produksi sampah per hari per orang.

Jumlah tenaga untuk sopir dumtruk beserta petugas 69 orang. Untuk tenaga di TPA 13 orang dan tenaga di TPST 12 orang. Sedangkan untuk pengangkut sampah di tiga gili 14 orang. Tenaga sapu jalan 59 orang, dan tenaga kebersihan pasar 12 orang.

”Saya kira ini sudah cukup. Kalau sekarang ini nambah lima dumtruk, terus dengan yang sudah ada tujuh dumtruk, totalnya jadi 12 dumtruk, dan ditambah kita punya sarana delapan amrol,” jelasnya.

”Kita harap kedepan bisa menjadi BLUD sehingga kinerja kita bisa ditingkatkan,” tandasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/