alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Logistik Pemilu di KLU Belum Lengkap

TANJUNG– Pemilu 2019 sudah di depan mata. Namun KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih kekurangan logistik. Khususnya surat suara.

“Logistik yang dibutuhkan hampir semuanya sudah tersedia. Yang masih kurang tinggal surat suara,”ungkap Sekretaris KPU KLU Nurdin kemarin (5/3).

Ia mengatakan,  logistik pemilu yang sudah ada saat ini adalah sampul surat suara sah, surat suara tidak sah, surat suara keliru coblos, surat suara tidak digunakan dan sampul C1 yang ke PPK. Sedangkan form C1 itu pengadaannya dari kabupaten termasuk ID card, lem, karet dan plastik pembungkus. Logistik dari pusat seperti kotak suara, bilik suara, segel dan tinta juga telah diterima KPU KLU.

“Sesuai jadwal dari pusat, surat suara akan dikirim pertengahan bulan ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, KPU KLU telah mengusulkan penambahan TPS. Usulan tersebut telah disetujui. Bahkan KPU Pusat telah mengirim tambahan bilik dan kotak suara dan perlengkapan lainnya.

“Jadi logistik untuk penambahan TPS itu sudah tidak ada masalah,” ujarnya.

 Menurutnya, logistik yang diadakan kabupaten maupun provinsi tidak dikhawatirkan. Sebab, pengadaannya semua dilakukan di daerah. Saat ini pihaknya masih melakukan sortir terhadap logistik yang telah diterima.

“Setelah kami periksa, ada beberapa sampul yang masih kurang, tapi setelah dilaporkan akan langsung dipenuhi,”ujarnya.

Nurdin mengatakan, jumlah TPS di KLU sesuai data terbaru sebanyak 759 TPS.  Awalnya sebanyak 756 TPS. Dalam satu TPS nantinya ada 4 bilik suara.

Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar simulasi pencoblosan di TPS. Melalui simulasi tersebut diharapkan dapat diketahui apa saja kelemahan yang harus diperbaiki.

Nurdin menambahkan, untuk penyimpanan logistik, KPU menyewa tiga gudang masing-masing di tiga dapil. Yakni di Pemenang-Tanjung, Gangga-Kayangan dan Bayan. Untuk pelipatan surat suara rencananya akan dilakukan di Gudang Tanah Song Tanjung.

“Setelah pelipatan selesai, baru disebar ke masing-masing dapil. Sedangkan bilik suara akan dirakit di TPS,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks