alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Tangani Covid-19, Pemkab Lombok Utara akan Geser Anggaran Rp 40 Miliar

TANJUNG– Untuk menangani penyebaran Covid-19, Pemkab Lombok Utara berencana menggeser anggaran Rp 40 miliar dari APBD. “Kita sedang terus melakukan penggeseran anggaran sejumlah program. Sekarang masih berproses,” kata Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, kemarin (5/4/2020)

Ia mengungkapkan, target anggaran yang bisa digesar sekitar Rp 40 miliar. Bahkan bisa saja lebih, tergantung kebijakan yang diambil tim.

“Untuk mengatasi penyebaran covid-19 ini dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” sambung dia.

Ia mengungkapkan, anggaran tersebut nantinya akan banyak dihabiskan untuk membeli alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Baik di rumah sakit maupun puskesmas. Termasuk petugas yang menjaga posko kesehatan di perbatasan dan tempat lainnya.

Selain itu anggaran juga digunakan untuk pembayaran insentif para petugas kesehatan. Termasuk insentif tenaga kesehatan yang honorer maupun tenaga sukarela.

“Ada 313 petugas kesehatan di Lombok Utara yang honorer dan sukarela yang tentunya harus mendapat insentif dari daerah. Agar mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan lebih baik,” tegas dia.

Ia menilai, para tenaga kesehatan ini merupakan garda terdepan dalam menangani pasien covid-19. Sehingga mereka harus mendapat prioritas utama. Khususnya melindungi mereka dari kemungkinan terjangkit covid-19.

“Kami juga perlu menganggarkan anggaran khusus untuk mengangkat relawan kesehatan,” jelas dia.

Bupati menilai, tenaga kesehatan yang ada saat ini masih sangat kurang. Apalagi jika covid-19 sampai mewabah di Lombok Utara, tentu dibutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan untuk menanganinya. Karena itu merekrut tenaga kesehatan baru merupakan salah satu langkah tepat untuk menutupi kekurangan tenaga kesehatan yang ada.

“Nanti mereka akan membantu tenaga medis yang ada saat ini,” tandas dia. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks